Ridwan Kamil Giat Lakukan Penataan Kawasan Kumuh Perkotaan

Ridwan Kamil  meninjau kawasan kumuh perkotaan (ramdhani)

Ridwan Kamil meninjau kawasan kumuh perkotaan (ramdhani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Walikota Bandung Ridwan Kamil giat melakukan penataan kawasan di Kota Bandung, terlebih untuk kawasan-kawasan kumuh seperti kecamatan Bandung Wetan yang memiliki penduduk sekitar 350 ribu jiwa. Mereka masih memiliki permasalahan seperti tempat tinggal yang masih kurang.


Sebab itu, Ridwan Kamil akan melakukan penataan di tanah milik Pemkot Bandung yang rencananya dibangun apartemen rakyat.

“Ada tanah luas milik pemkot yang memang direncanakan akan menjadi apartemen rakyat, lokasinya di belakang Balubur Town Square dengan luas sekitar 1 hektare,” ujar Ridwan Kamil. ‎

Ridwan Kamil menambahkan, dalam melakukan penataan kawasan, pihaknya mengusung tema membangun tanpa menggusur, warga tetap dilokasi asal, setelah konstruksi selesai warga akan dipindahkan setelah semua selesai dengan kondisi lingkungan yang jauh lebih baik.

“Jadi warga yang tinggal tinggal disitu, pindah dulu selama masa kontruksi setelah konstruksi beres dipindahkan lagi kesitu dengan suasana lingkungan sudah jauh lebih keren dan lebih baik,” ungkap Ridwan Kamil.

Di 2017 mendatang apartemen rakyat dibangun dengan anggaran lebih dari Rp 80 miliar.

“Mudah-mudahan 2017 bisa kita perjuangkan dengan anggaran kurang lebih 80 miliar bisa untuk sekitar 300 kepala keluarga yang sebelumnya hanya 130 kepala keluarga,” imbuhnya.

Ridwan Kamil menambahkan, Pemkot Bandung sedang mengusahakan dana dari Kementrian PUPR dengan jumlah dana Rp 190 miliar.

“Ada 13 lokasi, 1 dari 13 lokasi yang kita perjuangkan, DED sudah siap kita prioritaskan disini sebelumnya kumuh sesudahnya insya allah tertata dengan baik,” jelasnya.

Dia menlanjutkan, meskipun ada pemangkasan anggaran, penataan kawasan ini merupakan urusan prioritas. Tak hanya itu, urusan sanitasi juga menjadi prioritas dalam penataan, permasalahannya ada yang kurang secara jumlah atau kurang baik secara kualitas.

“Kita upayakan, kalo APBD tidak memungkinkan, masih ada bantuan dari PDAM termasuk lapangan futsal, MCK dan air bersih,” jelasnya.

Tak hanya itu, untuk mengejar WTP agenda mapar lembur ini untu meneliti aset-aset pemkot, dan penertiban aset merupakan bagian dari proses tersebut.(mur)

Loading...

loading...

Feeds