Cabor Futsal Resmi Tambah Empat Pemain Non-Campus

Tecnikal Delegate Futsal gelar tecnikal mesting di Hotel Khatulistiwa. Jatingaor mengenai kuota atlet PON XIX/ 2016. 
(asep rahmat)

Tecnikal Delegate Futsal gelar tecnikal mesting di Hotel Khatulistiwa. Jatingaor mengenai kuota atlet PON XIX/ 2016. (asep rahmat)

 


POJOKBANDUNG.com, JATINANGOR – Tecnical Delegate (TD) Futsal, Efraim Ferdinand Bawole menyayangkan atas keputusan KONI Pusat dan kebijakan PB PON XIX/ 2016 Jabar mengenai jumlah kuota pemain hanya 12 atlet. Padahal, saat pertandingan nanti dikhawatirkan terjadi cedera atau akumulasi kartu yang mengharuskan adanya tambahan pemain.

Efraim mengatakan, keputusan KONI pusat dan kebijakan PB PON XIX tersebut mengacu pada aturan FIFA yang diterapkan saat PON Riau 2012 lalu. Kendati demikian, Efraim menyebut, saat itu kuotanya 14 pemain, 12 atlet Pelatda + 2 atlet non campus.

“Artinya 2 atlet tambahan itu tanggung jawab tim masing-masing provinsi, mengenai segala kebutuhan dan keperluan sang atlet,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui usai rapat tecnical meating di hotel Puri khatulistiwa Jatinagor, Selasa (13/9).

Efraim menambahkan, kasus serupa terjadi di PON Jabar dimana menetapkan hanya 12 pemain. Namun, karena banyak keberatan dari masing-masing tim setiap provinsi maka ditambah dua pemain. Timpal Efraim, keputusan tersebut bukan keinginan dari TD maupun manager melainkan keputusan FIFA, Laws Of The Game.

“Jadi begini 12 pemain sesuai keputusan PB PON dan 4 pemain tambahan berstatus non campus dan otomatis ke empat atlet tanggung jawab masing-masing tim,” terangnya.

Keputusan tersebut, lanjut Efraim, diambil sesuai dengan aturan Laws of the Games FIFA mengenai aturan dan jumlah pemain, dimana disebutkan ada lima pemain di dalam lapangan dan sembilan pemain cadangan, dan dua pemain persiapan bila diperlukan dalam keadaan tiba-tiba, (14+2).

“Dua pemain itu dalam law of the game, mereka bisa turun bila sewaktu-waktu ada pemain yang cedera, dan itu aturan yang kami akan pegang dan terus akan diperjuangkan,” imbuhnya.

Efraim menjelaskan, adanya perubahan kuota pemain di PON XIX Jabar memang tidak sama dengan PON Riau 2012 lalu. Sebab, aturan FIFA tersebut sudah direvisi pada 2013 silam dengan menambah kuota menjadi 16 pemain, (14+2).

“Penambahan kuota jadi 16 pemain tidak menyalahi aturan, secara legalitas kami menggunakan aturan turnamen internasional, dan ke empat atlet non campus sudah mengikuti Babak Kualifikasi (BK) PON,” ungkapnya.

Kata Efraim, perhelatan PON XIX adalah event tertinggi skala nasional di Indonesia, maka aturan pertandingannya harus mengacu pada aturan Internasional, apabila dipaksakan 12 pemain sesuai keputusan KONI Pusat dan kebijakan PB PON sangat beresiko terhadap atlet. Sebab, intensitas waktu pertandingan cukup dekat semisal di Grup B dengan empat pertandingan.

“Bagaimana kalau terjadi cedera, lalu akumulasi kartu, sedangkan pemain cadangan sudah kelelahan karena terus menerus bertanding. Itu fase yang kami khawatirkan sehingga tidak bisa melanjutkan ke babak selanjutnya,” keluhnya.

Sebenarnya, lanjut Afreim, pengajuan tambahan kuota pemain sudah dilakukan sejak satu tahun silam. Namun, baik PB PON ataupun KONI pusat tidak merespon melainkan mengesahkan 12 pemain.

“Bahkan PSSI sudah mengirimkan surat resmi terkait hal tersebut tapi kedua lembaga sampai hari ini tidak merespon,” ungkapnya.

Efraim menjelaskan, ke-empat pemain tambahan tersebut (non campus) sudah mengetahui dan memahami resiko yang akan didapat. Misalnya, saat perayaan kemenangan tidak naik podium atau tidak mendapatkan medali.

“Mereka sudah paham mengenai konsekwensi yang didapat dan itu sudah disepakati bersama saat tecnikal meating,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …