Dekati PON XIX Jabar, Sejumlah Venue Belum Kelar

Venue Sport Jabar Arcamanik , Bandung. (ramdhani)

Venue Sport Jabar Arcamanik , Bandung. (ramdhani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Empat hari lagi, hajatan olahraga terakbar di tanah air bakal terselenggara. Sebagai tuan rumah PON XIX, Jawa Barat, tampak gagap dan kelimpungan. Sejumlah venue masih belum kelar pengerjaannya. Perhelatan terancam berantakan.


Sorotan hangat mentari, berhasil melelehkan keringat di tubuh Iyus (52), siang itu. Baju lusuh yang dia pakai tampak kuyup. Ditemui di venue Voli Pantai (pasir), areal Sarana Pembinaan Olahraga Terpadu (SPOrT) Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, tengah pekan lalu, Iyus bersama empat rekannya asal Ciamis, bahu membahu memikul pasir dari selasar ke tengah lapangan.

“Masih kurang di bagian kiri. Masih perlu banyak pasir lagi,” cetus Iyus. “Tah sok fotoan, beraha poe deui arek maen tapi acan beres (Tuh, silahkan foto, berapa hari lagi main tapi belum beres,red),” timpalnya seraya berlalu dengan karung bekas pasir di genggamannya.

SPOrT Arcamanik adalah satu diantara banyaknya tempat penyelenggaraan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016.
Ada sebanyak lima venue baru yang dibangun di SPOrT Arcamanik, diantaranya ; tribun baseball, gedung laga tangkas senam, gedung gymnasium senam, gedung pencak silat dan voli pantai (pasir). Anggaran yang mengucur untuk pembangunan sejumlah gelanggang olahraga itu pun tak kecil. Yakni Rp97 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jabar.

Dikonfirmasi soal kesiapan venue SPOrT Arcamanik, Aos Saeful Azhar yang ditunjuk sebagai Ketua Panpel Voli Pasir, akhirnya berani buka-bukaan. Dia menuturkan, untuk ruangan pada venue voli pantai sebenarnya sudah baik, secara presentasi juga mencapai 90 persen.
Namun dia menyesalkan jika cara kerja mengangkut pasir pantai yang dibawa langsung dari Bangka dengan caranya yang tradisonal. “Kalau cara kerjanya seperti ini kami pesimis, dengan cara dipanggul manual, padahal kurangnya 5 sampai 10 centimeter,” tuturnya.

Menurutnya, kedalaman pasir untuk Voli Pantai idealnya dengan ketinggian 40 centimeter tetapi jika melihat secara progres, hasilnya mengecewakan. Belum lagi, pasir pantai tersebut tak sepenuhnya bisa digunakan. Sebab, terdapat kerang dan batu kerikil besar yang membahayakan atlet ketika sedang bertanding. “Memang proses ayak satu hari selesai, tetapi jika kontraktor gak mampu selesai selama dua hari, kami terpaksa hendle,” cetusnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan masa kerja kontraktor yang sebenarnya sudah habis. Tetapi tetap dipaksakan untuk tetap bekerja. “Waktu 1 September, kami lakukan tes even, itupun dengan kondisi kedalaman pasir yang baru mencapai 20 hingga 25 centi meter, belum atlet yang sudah bersiap untuk berlatih,” tuturnya.
Ia menurturkan, keberadaan venue Voli Pasir sendiri sejatinya hampir tak ada perubahan hanya saja ada penambahan bangunan bagian belakang venue.

“Secara standar nasional sudah memenuhi, tetapi masih kurang dua meter untuk skala internasional, standarnya lebar 36 meter dan panjang 30,” ucapnya.
Artinya untuk pasir kebutuhan standarnya jika melihat ukuran maka seharusnya diperlukan 432 kubik. Meski demikian, pihaknya hanya berkewenangan untuk memberikan masukan dan progres, venue bidang pertandingan yang nantinya menindak lanjuti kondisi tersebut. “Mereka yang memberikan warning kepada kontraktor,” ucapnya.

Pantauan Tim Peliputan PON XIX Radar Bogor Group, suasana kawasan SPOrT Arcamanik terlihat kumuh. Sejumlah pekerja masih tampak hilir mudik menyelesaikan pekerjaan yang sudah lewat tenggat waktu. Dua unit craine juga terlihat bekerja ‘lembur’ untuk menyelesaikan pengerjaan bangunan yang tampak seperti kolesium bertingkat di areal sekitar 20 hektare itu. Keberadaan pilar dan besi pemancang yang setengah jadi di beberapa spot menambah krodit pemandangan yang ada. Padahal, perhelatan PON XIX 2016 dengan anggaran biaya Rp3,2 triliun itu tinggal empat hari lagi.

Tim Radar Bogor Group juga menyambangi venue di Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Di sana, tim juga melihat pelbagai permasalahan. Dari mulai tribun penonton, panitia pelaksana hingga delegasi teknis cabang olahraga polo air, masih dalam tahap pekerjaan.
Venue ski air di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bahkan terancam batal digunakan. Itu karena ketinggian air di sana terus menyusut. Akibatnya, luas arena pun menjadi mengecil.

Bupati Bandung Barat Abubakar yang juga sebagai Ketua Sub PB PON KBB menuturkan, jika debit air di lokasi venue ski air terus menyusut, maka lokasi pertandingan akan digeser 500 meter ke arah timur dari lokasi semula. “Memang ini tergantung kondisi alam. Tidak bisa dipaksakan. Tapi sudah mencari alternatif,” ujar dia.

Penggeseran sejauh 500 meter itu, kata Abubakar, akan menggeser jaring-jaring terapung milik masyarakat. Para penangkap ikan ini pun diharapkan dapat mengerti tentang kondisi sekarang ini karena salah satu lokasi venue untuk penyelenggaraan PON berada di KBB. “Supaya bisa untuk ski air,” tutur dia.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Ski Air dan Wakeboard (PSAWI) Jawa Barat, Darwin Suratman membenarkan, ketinggian air di lokasi venue ski air terus menyusut setengah sampai satu meter tiap hari. Akibatnya, luas arena venue mengecil sehingga memang harus dipindah ke lokasi lain.

Dia berharap panitia PON dapat meminta PT Indonesia Power (IP) sang pengelola plus operator waduk Saguling, bisa mengatur arus air agar tidak terlalu banyak air yang dialirkan ke lokasi turbin. Dengan begitu, arus air bisa diarahkan ke lokasi venue. “Jika luas arena pertandingan ski air sempit, tentu akan menyulitkan atlet karena tidak bisa bergerak bebas dengan leluasa,” ujar dia.

Untuk dapat menahan Tinggi Muka Air (TMA) di venue Ski Air, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan harus mengirim surat permohonan ke Pusat Pengatur Beban (P2B) Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Gandul, Kota Depok.
Ahli Muda Pengelolaan Lahan dan Lingkungan IP Saguling, Amin Alimin menuturkan perusahaan siap mendukung penyelenggaraan PON XIX Jabar di venue ski air KBB. IP bersedia melakukan beberapa opsi agar permukaan di lokasi venue ski air tetap terjaga. Asalkan, ada surat resmi yang dilayangkan dari PB PON kepada IP. “Ketika ada surat resmi dari penyelenggara PON, minta agar level airnya dijaga, itu bisa saja, dan sangat mungkin,” kata dia, saat ditemui dalam di Cihampelas, beberapa waktu lalu.

Beberapa opsi, kata Alimin, yakni dengan tidak menjalankan turbin sehingga kegiatan bisnis perusahaan ditunda dalam satu hingga dua hari. Bagi perusahaan, ujar dia, langkah itu tidak masalah demi kelancaran PON. Selain menghentikan laju turbin, perusahaan juga siap menutup pintu air utama (water inti) selama pertandingan berlangsung. “Setelah pertandingan selesai, beberapa jam kemudian, kami buka lagi Water Inti. Jadi hanya sistem operasinya saja yang berubah. Kami pasti support. Apalagi sebagai tuan rumah,” lanjut dia.

Menurutnya saat ini TMA Saguling mencapai 636.25 centimeter sementara, Panitia Penyelenggara meminta 639 centimeter. “TMA maksimal Saguling itu 643 biasanya di Juli, kalau kemarau ya bisa mencapai lebih rendah dari saat ini. Kalau dua minggu kami enggak bisa kalau satu meter menjadi 367 bisa,” ujarnya.
Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menyayangkan kondisi ini. Dia menilai Panitia Penyelenggara PON XIX Jabar terkesan kurang bersiap. Semua serba terburu-buru, sementara anggaran yang dikucurkan sangatlah besar. “Ini panitianya juga abal-abal, asal berencana, Jabar dibawah Aher berantakan,” ujarnya.

Padahal nama Jabar yang akan dipertaruhkannya. “Benar-benar sama sekali tidak siap. Sarana prasarana juga belum siap, Aher tidak cocok untuk jadi Gubernur untuk kesiapan ini saja tidak baik,” tuturnya. Seperti sarana untuk akses ke venue, ada beberapa yang kondisinya becek disertai lumpur. “Masa atlet nanti becek-becekan disana, enggak nyaman yang ada,” ujar dia.

Tak hanya itu, proyek yang terkesan diburu-buru itu akhirnya banyak pihak ketiga yang mengabaikan aturan. “Banyak yang dilanggar, kontrak habis tetapi masih dusuruh kerja, panitia yang berencana ini tidak begitu bagus,” cetusnya. Dirinya juga memastikan ketika penyelenggaraan tamu termasuk dari provinsi-provinsi lain yang masuk ke Jabar juga tak nyaman.

Terpisah, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengklaim bahwa persiapan PON XIX sudah 100 persen. Terkait beberapa temuan tim Radar Bogor Group di lapangan, salah satunya venue sky air, dia memastikan bahwa cabor tersebut tetap terlaksana tanpa ada pengurangan nomor cabor. Tentunya dengan bantuan rekayasa TMA oleh P2B melalui IP. Jika masih tidak bisa juga maka venue akan dipindahkan sekitar 500 meter ke arah timur.

“Bila bisa sampai menaikan TMA maka pelaksaan Ski air akan terlaksana di sini, kalau tidak terlaksana juga, maka akan pindah ke arah timur,” ujarnya seusai diskusi bersama IP kemarin.

Lalu bagaimana dengan kondisi di Arcamanik? Dia mengaku sempat naik pitam mendengar progres kerja kawasan olahraga anyar di Kota Bandung tersebut. Aher-sapaannya- juga mengaku marah saat melihat tribun barat dan timur dalam kawasan venue polo air yang berada di Gelora Sabilulungan, kompleks olah raga Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, yang belum rampung. Tapi dia menegaskan semua hal tersebut sudah bisa tertanggulangi. “Sekarang sudah rapi, sudah diberesin,” kata Heryawan, usai pelantikan pengurus MKGR Provinsi Jabar, di Kota Bandung, Kamis (8/9). (ded/agp/bil/e)

Loading...

loading...

Feeds

Nyabu, Vokalis Band Kapten Diringkus

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung mengamankan seorang pria berinisial AZ. AZ diciduk dari kamar kostnya yang berada …