Persaingan Masih Imbang

EUFORIA lolosnya empat pemanah Indonesia di Olimpiade Rio 2016 masih terasa. Tetapi persaingan di PON XIX/2016 diprediksi akan masih berkutat diantara atlet Indonesia yang menjadi delegasi di Brasil bulan lalu. Artinya persaingan masih akan berimbang.


Setidaknya di empat kontingen, antara lain, tuan rumah Jawa Barat, Jawa Timur, Jogjakarta ataupun DKI Jakarta. Khusus di nomor recurve putra, Jatim diproyeksikan masih bisa mengamankan nomor individu melalui Riau Ega Agatha Salsabila. Dia akan bersaing dengan kompatriotnya di Olimpiade lalu, Hendra Purnama (Jogjakarta) dan Muhammad Hanif Wijaya (Jambi).

“Kalau recurve individu putra, Ega masih bisa ambil, tetapi untuk beregu masih ketat,” kata Alman Hudri, Sekjen PP Perpani kepada Jawapos (induk Radar Bandung). Menurutnya, prestasi Riau Ega di Olimpiade lalu dengan mengalahkan Kim Wo-jin di 32 besar menjadi catatan tersendiri.

Panahan sendiri akan memperebutkan 18 medali di PON 2016. Event sendiri akan berlangsung di Lapangan Panahan Jalak Harupat, Kab Bandung. Pasca event berlangsung, PP Perpani akan segera menggelar pemusatan latihan di Cibubur. Di sana panahan, bersama angkat besi sudah disiapkan tempat latihan dalam proyek Olympic Center oleh Kemenpora.

Alman mengatakan paling lambat, atlet panahan akan bergabung pada akhir Oktober 2016. Mereka akan diproyeksikan menuj SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Sekitar 22 atlet panahan nantinya akan dikumpulkan untuk menghadapi multievent selanjutnya. “Persiapan untuk SEA Games harus kontinyu, kami sudah berkoordinasi dengan Satlak Prima,” sebutnya.

Sementara itu, Achmad Soetjipto sebelumnya mengaku tetap akan memberikan support buat cabor prioritas. “Persiapan harus jalan lagi setelah PON,” katanya. Dari gelaran PON 2016 juga diharapkan muncul atlet baru untuk regenerasi cabor. (nap)

Loading...

loading...

Feeds

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …