Debit Air Menyusut, Gubernur Kirimi Surat

PADALARANG – Agar dapat menahan Tinggi Muka Air (TMA) di Venue Ski Air yang terletak di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat yang terus menyusut, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan akan mengirim surat permohonan ke Pusat Pengatur Beban (P2B) Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Gandul Depok.


Ahli muda bagian rencana pengendalian operasi dan niaga IP Arif Sofian mengatakan, dengan adanya surat permohonan untuk membendung tinggi muka air dari Gubernur Jabar, PT Indonesia Power (IP) selaku pengelola Bendungan Saguling bisa merekayasa TMA.

“Setelah ini saya akan telepon untuk koordinasi dengan Pusat Pengatur Beban (P2B). Langsung nanti besok perkuat dengan surat,” ujar Aeif di lokasi kemarin, di tengah diskusi bersama Gubernur Jabar dan PB PON dan Panpel di lokasi, Kamis (8/9).

Surat permohonan tersebut harus ditujukan langsung ke General Meneger P2B yang mengatur penyaluran listrik untuk Jawa dan Bali. Dengan begitu IP berjanji bisa merekayasa TMA, dengan mengatur keluar masuknya air.

“TMA tergantung variasi musim, kalau curah hujan bagus dan ada rekayasa pengaturan air masuk dan keluarnya, maka TMA bisa segera naik. Bisa dihitung tergantung curah hujan,” ujarnya saat tanya jawab dengan Gubernur.

Jika dibantu dengan curah hujan yang tinggi serta rekayasa, TMA bisa dinaikan hingga satu meter, mengingat sisa waktu penyelenggaraan yang sudah mendesak. Karena IP juga terkendala dengan tanggung jawab produksi yang harus tercapai, pemeliharaan dan kebutuhan sistem.

Menurutnya saat ini TMA Saguling mencapai 636.25, sememtara idealnya Panitia Penyelenggara meminta 639. Dan sebelumnya panpel sempat meminta ke IP namun pihaknya tidak tahu ideal TMA untuk ski air berapa.

“TMA maksimal Saguling itu 643 biasanya di Juli, kalau kemarau ya bisa mencapai lebih rendah dari saat ini. Kalau dua minggu kami enggak bisa kalau satu meter menjadi 367 bisa,” ujarnya.

Selain itu IP juga tidak bisa meninggikan TMA terlalu tinggi mengingat sebentar lagi akan memasuki musim hujan. “Kesulitan kalau sampai tinggi, karena terlalu tinggi hingga akhir tahun yang merupakan puncak musim basah (musim hujan-red),” ujanya.

Sementara Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, memastikan bahwa Ski Air akan terlaksana di Venue tersebut tanpa ada pengurangan nomor cabang yang dilombakan. Dengan bantuan rekayasa TMA oleh P2B melalui IP. Jika masih tidak bisa juga maka venue akan dipindahkan sekitar 500 meter ke arah timur.

“Bila bisa sampai menaikan TMA maka pelaksaan Ski air akan terlaksana di sini, kalau tidak terlaksana juga, maka akan pindah ke arah timur,” ujarnya seusai diskusi bersama IP kemarin.

Terkait persiapan sarana nantinya Aher sapaan Heryawan memastikan akan segera membenahi sarana dan prasarana dengan meminta bantuan KONI KBB bersama TNI. Namun Aher tetap meminta kepada IP untuk bisa menghasahakan penahanan TMA tersebut.

“Demi even nasional ini, kami meminta IP dan P2B untuk sedikit menahan air, kami tahu kebutuhan listrik tidak bisa dihindari. Dengan rekayasa pengaturan ini kami minta air yang masuk lebih besar dibandingkan yang keluar,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …