Ajak Warga Jabar Kurangi Konsumsi Beras

STAND: Ibu Netty Heryawan (tengah) meninjau Stand BKPD Jabar dalam acara de'Syukron di Gedung Sate Bandung.

STAND: Ibu Netty Heryawan (tengah) meninjau Stand BKPD Jabar dalam acara de'Syukron di Gedung Sate Bandung.

POJOKBANDUNG.com BANDUNG-Tingkat konsumsi beras penduduk Jawa Barat mengalami kenaikan. Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Jawa Barat mencatat, pada 2015, konsumsi beras warga Jabar mencapai 86,7 kg per kapita per tahun atau naik sekitar 0,47 kg dibandingkan 2014 sebesar 86,23 per kapita per tahun.


Kendati konsumsi beras di Jabar naik, namun tingkat konsumsi beras di Indonesia masih lebih tinggi dibanding Jabar. “Untuk tingkat konsumsi karbohidrat penduduk Jabar selain padi seperti umbi-umbian pada 2015 mencapai 10,2 kg per kapita per tahun sedangkan untuk konsumsi pangan hewani adalah sebesar 33 kg per kapita per tahun lalu konsumsi sayur dan buah mencapai 74,4 kg per kapita tahun tahun,” ujar Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, BKPD Jabar Ir Lilis Irianingsi di Gedung Sate Bandung, Kamis (8/9).

Lilis menyebutkan, berdasarkan hasil analisis, kualitas konsumsi pangan warga Jabar, masih
belum mencapai kondisi ideal. Soalnya, sekarang ini kecukupan energi di Jabar masih didominasi kelompok pangan padi-padian yakni mencapai 70 persen. Padahal, kalau mengacu kepada standar ideal, seharunya kontribusi angka kecukupan energi (AKE) untuk kelompok padi-padian sebesar 50 persen dari total AKE.

“Jadi konsumsi penduduk Jabar, masih didominasi beras. Makanya konsumsi padi-padian
masih tinggi,” ungkapnya.

Menurut Lilis, Pemprov Jabar terus berupaya untuk memperkenalkan karbohidrat non beras
pada masyarakat yakni dengan dibuatnya kebijakan “one day no rice” yang masih terus
disosialisasikan hingga saat ini. “Gerakan one day no rice itu, kami kampanyekan untuk
mengurangi konsumsi beras. Tapi agar program one day no rice bisa sukses, Pemprov Jabar juga gencar mensosialisasikan karbohidrat pengganti beras supaya masyarakat bisa akrab dan terbiasa mengonsumsi karbohidrat non beras, dibutuhkan kreativitas,” terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya giat menggelar kegiatan gerakan pangan lokal untuk meningkatkan fasilitas pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, aman dan halal (B2SAH). Selain itu, untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi rumahtangga dan promosi serta gerakan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.
“Manfaat lainnnya bisa mengembangkan bisnis dan industri pengolahan aneka ragam pangan dengan sumber karbohidrat non beras dan terigu,” tuturnya.

Makan nasi memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Istilah belum makan bila belum makan nasi melekat kuat di masyarakat. Juga anggapan bahwa nasi merupakan sumber karbohidrat yang paling tepat karena memberi ketahanan yang lebih lama dari
rasa lapar dibandingkan dengan sumber karbohidrat lainnya.
“Tak heran konsumsi beras Indonesia setiap tahunnya selalu meningkat. Konsumsi beras
masyarakat Indonesia tertinggi di dunia. Data dari Badan Pusat Stastistik (BPS) pada 2015
menyatakan, konsumsi beras masyarakat Indonesia mencapai 114 kg/kapita/tahun atau sekitar 312 g/kapita/hari,” paparnya.
Padahal, menurut Lilis, Indonesia memiliki banyak sumber karbohidrat lain seperti jagung,
singkong, dan umbi-umbian. Semuanya sama pentingnya bagi tubuh. Dalam piramida makanan, karbohidrat kompleks menduduki dasar piramida. Artinya dikonsumsi dalam jumlah paling banyak dibandingkan unsur lain seperti mineral, protein, dan lemak.
“Nasi sudah selayaknya diposisikan sebagai salah satu pilihan karbohidrat kompleks. Dalam
arti lain tidak harus dikonsumsi tiga kali sehari. Dianjurkan untuk mengkonsumsi sumber
karbohidrat secara bergantian. Misalnya, pagi hari makan nasi, siang diganti sumber
karbohidrat lain bisa singkong, kentang, ubi, jagung, dan sebagainya. Jadi, tidak harus makan
nasi tiga kali sehari,” katanya. (*/nto)
—–
caption
STAND: Ibu Netty Heryawan (tengah) meninjau Stand BKPD Jabar dalam acara de’Syukron di Gedung Sate Bandung.

Loading...

loading...

Feeds

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …