Ketika Kambing Putih Lebih Dipilih Para Pencari Surga Utang Cari Untung

TUNGGU PEMBELI : Jurangan kambing, Utang Herman setia menunggu para pembeli hewan kurban jelang Idul Adha, Selasa (6/9).

TUNGGU PEMBELI : Jurangan kambing, Utang Herman setia menunggu para pembeli hewan kurban jelang Idul Adha, Selasa (6/9).

POJOKBANDUNG.com BANDUNG Tak lama lagi, suara takbir bersautan. Tepat Tanggal 12 September 2016 atau 10 Dzulhijah 1437 Hijriah, semua umat muslim bakal kembali merayakan hari kebesarannya. Idul Adha bagi penyedia hewan kurban, seperti Utang Herman seperti lonceng panggilan untuknya bergiat usaha menjual dagangannya.


Suara pekikan kambing, semerbak bau kotaran yang khas menjadi pertanda awak Redaksi Radar Bandung memasuki sebuah lahan bertenda penuh dengan hewan pedaging. Tempatnya yang berumput dan sisa-sisa rumput mati di antara bambu yang tersusun persegi.

Adalah Utang Herman yang telah selama 15 tahun konsisten menjadi penjual hewan kurban. Ia tampak optimistis, dagangannya akan laris di pekan ini. Misinya hanya satu, yakni mencari Keuntungan.

Utang juga biasa menjual hewan untuk berbagai macam kebutuhan seperti akikah, acara kawinan, dan acara besar lainnya. Namun momentum Idul Adha, memanggil semangatnya untuk fokus menyediakan hewan kurban.
Utang membuka kios hewan kurban sejak dua minggu lalu. Dari 60 kambing yang dijualnya, 25 ekor kambing sudah laku dibeli konsumen. Namun konsumen cenderung memilih kambing bewarna putih dibanding kambing bewarna hitam, karena alasan tertentu.

“Kalau sekarang alhamdulillah ada peningkatan. Saya udah buka dua minggu yang lalu. Kambing ada 60 ekor, udah laku 25 ekor. Tapi pembeli lebih suka yang putih dari pada yang hitam, lebih bersih ceunah, cuma beda warna kulit aja,” ujar Utang saat ditemui di kiosnya, di Jalan Soekarno Hatta, Selasa (6/9).

Untuk warna kambing putih dan hitam, kata Utang, sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan. Utang menjelaskan, perbedaan terletak hanya warna, selebihnya kambing yang ia jual sesuai dengan ketentuan hewan kurban pada umumnya, yaitu cukup umur mulai dari umur 1,5 tahun, sehat, dan tidak cacat.

Kambing yang dijual Utang pun dirawat dan dijaga dengan baik dengan cara diberi makan dan dimandikan. “Kalau di sini kambingnya kami rawat juga seperti dikasih makan rumput tiap harinya. Terus juga dimandikan, kadang-kadang lima kali sehari, ya dibersihin gitu lah,” ujar pria yang terobsesi meneruskan predikat jurangan kambing yang dulu melekat kepada ayah mertuanya yakni Abah Uca.

Untuk harga per ekornya, Utang menghitung sesuai berat badan hewan. Rata-rata berat badan hewan yang dijualnya dimulai dari 45 kilogram hingga 80 kilogram dengan harga berkisar Rp2 juta sampai Rp8 juta untuk hewan kurban. Sedangkan harga hewan untuk acara akikah dan lainnya lebih murah.
“ Untuk harga hewan kurban melihat berat badannya saja. Kalau hewan akikah bisa lebih murah Rp100 ribu atau Rp200 ribu. Ini kambingnya sehat semua, karena udah dicek sama petugas kesehatan, udah dikasih tanda,” pungkasnya. (*)

Loading...

loading...

Feeds

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …