Ikut Olimpiade, Tak Naik Kelas

BANDUNG – Orang tua dari Dvijatma Puspita melaporkan SMAN 4 Bandung kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, karena siswi tersebut tidak naik kelas pada tahun ajaran 2016 kemarin sebab terdapat nilai nol pada pelajaran matematika. Pihak sekolah langsung pasang badan dengan alasan siswi ini tak mau memperbaiki nilai. Meski mendapat nilai dibawah kriteria ketugasan minimal (KKM) pada kelas 10, Siswi SMAN 4, Dvijatma Puspita, akhir tetap naik kelas.


“Walaupun sudah memberikan kelonggaran terhadap siswi tersebut untuk memperbaiki nilai, namun siswi tersebut tetap acuh,” ujar Kepala SMAN 4 Bandung, Dadang Yani Zakaria.

Lebih lanjut Dadang mengatakan, pihaknya telah memberikan waktu kepada siswi tersebut hingga rapat pleno agar memperbaiki nilai terutama mata pelajaran matematika agar tercantum pada rapor.

“Karena kita menggunakan sistem paket, jadi siswi tersebut mendapatkan empat nilai di bawah KKM. Jadi ketidaknaikan siswi tersebut bukan matematika nol, tetapi empat mata pelajaran yang tidak memiliki nilai, ketentuan perbaikan seharusnya ditempuh sebelum verifikasi dilaksanakan, kami masih memberikan kesempatan sampai pleno. Tapi bersangkutan tidak kunjung memperbaiki,” papar Dadang.

Guru mata pelajaran matematika SMAN 4 Bandung, Wiwik Supriati mengatakan, siswi tersebut hanya mendapatkan nilai 50 dari tiga keterampilan yang seharusnya dimiliki. Pasalnya, siswi tersebut tidak menyerahkan tugas dua keterampilan lainnya. Wiwik menegaskan, tugas yang diberikan terhadap siswi tersebut agar mendapatkan nilai untuk dua keterampilan mata pelajaran matematika.

“Naik kelas seharusnya ada tiga nilai, tapi untuk dia hanya ada satu nilai dengan angka 50, jika di rata-rata 16,7. Jadi kita tidak memasukkan nilai tersebut (matematika) di dalam rapor tapi mengosongkan,” kata Wiwik.

Wiwik mengaku tidak bisa berbuat banyak saat rapat pleno karena siswi tersebut tak kunjung menyerahkan tugasnya. “Saya sudah kasih kesempatan, malahan saya perlakukan beda dengan lainnya. Tapi dia tak menyerahkan tugasnya,” aku Wiwik.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, anak mampu secara akademis tidak mungkin tidak naik kelas. “Apalagi kan siswanya ikut olimpiade Biologi, jadi pasti secara akademis mampu,” terang Emil.

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung Elih Sudiapermana, lanjut Emil, siswi memang dinyatakan tidak naik kelas lantaran tidak mengikuti ujian. Pasalnya ketika ujian digelar siswi yang bersangkutan tengah mengikuti olimpiade Biologi. “Tapi, bukan karena pihak sekolah tidak memberikan kesempatan untuk mengikuti ujian susulan,” terang Emil.

Emil menambahkan, sebenarnya pihak sekolah sudah memberikan kesempatan siswa untuk mengikuti ujian susulan. “Bahkan kesempatan yang diberikan berkali-kali. Tapi sayangnya siswa tidak mempergunakan kesempatan tersebut,” papar Emil.

Emil yakin, pihak sekolah tidak akan dengan sengaja mendholimi siswanya. Apalagi tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti ujian, padahal siswa yang bersangkutan dianggap mampu. “Tidak mungkin pisan sekolah tidak menaik kelaskan siswa jika siswa yang bersangkutan mengikuti prosedur,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …