15.000 Kalung Sehat Disiapkan    

PADALARANG – Sebanyak 15.000 kalung berlabel sehat disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menjelang pemotongan hewan kurban pada Idul Adha mendatang Kalung tersebut akan diberikan kepada hewan kurban yang dinyatakan aman, sehat, utuh, dan halal.  Tim Kesehatan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan tes kesehatan sejumlah hewan kurban yang akan dijual di wilayah Kabupaten Bandung Barat dengan memberikan label sehat.  Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung Barat Adiyoto menuturkan, sudah menyiapkan sebanyak 15.000 label berwarna ungu yang bertuliskan “Telah diperiksa dam Sehat” untuk dikenakan kepada hewan yang dijual setelah melewati sejumlah tes kesehatan oleh tim khusus pemeriksa hewan yang telah ditugaskan.  “Hewan yang sudah diperiksa oleh dokter dan tim dari Disnakan KBB, seperti sapi dan kambing yang sehat, nantinya akan diberikan penanda berupa tag, yang artinya hewan tersebut sudah siap untuk kurban,” tutur Adiyoto kepada wartawan di Lembang, Senin (5/9).  Pemeriksaan hewan kurban tersebut dilakukan di sejumlah rumah pemotongan hewan dan tempat penjualan hewan kurban. Petugas terbagi ke dalam empat tim yang terdiri atas sejumlah paramedis dan dokter hewan.  “Berdasarkan hasil pemeriksaan, sejumlah hewan tidak lolos uji yang dinyatakan berpenyakit, berdasarkan beberapa penilaian oleh dokter hewan yang melakukan pemeriksaan,” ujarnya.  Adiyoto mengatakan, sesuai dengan peraturan perundangan, untuk format hewan sendiri harus masih dalam keadaan hidup ataupun daging harus mempunyai persyaratan halal, aman, utuh, dan sehat (HAUS) yang dikemukakan Dinas Peternakan Prov Jabar.  Adiyoto menjelaskan, makna dari halal ialah disembelih dan ditangani sesuai syariat agama Islam, aman berarti tidak mengandung bahan-bahan yang dapat mengganggu kesehatan manusia baik bahaya biologis atau kimiawi, sedangkan utuh berarti tidak dikurangi atau dicampur bahan lain.  “Yang terakhir ialah hewan kurban juga harus dalam keadaan sehat. Bukan saja berarti tidak sakit, tapi sehat bermakna juga mengandung bahan-bahan yang dapat menyehatkan manusia,” jelasnya.  Berdasarkam data tahun lalu, hanya 1,56 persen dari seluruh lapak hewan kurban di KBB yang tidak layak, bukan hanya dari sisi penyakit tapi juga dari sisi umur. “Tahun lalu kita meenyediakan label sehat sebanyak 12.000. Sedangkan yang dipotong itu sebanyak 11.200 ekor, yang terbagi dari 9000 domba dan 2200sapi,” ujarnya.  Dari hasil pemeriksaan tim Disnakan tersebut, Adiyoto meminta agar hewan yang sudah dinyatakan tidak layak ditarik kembali oleh penjual dan tidak dijual ke pasaran. Sementara, masyarakat diimbau untuk waspada agar tidak sampai membeli hewan yang sudah dinyatakan tidak layak kurban.  “Kami mengimbau masyarakat agar memilih hewan kurban yang ada label sehatnya. Label sehat kami berikan untuk hewan kurban yang sudah dinyatakan sehat dan layak kurban oleh tim kami,” tuturnya.  Terkait dengan sosialisasi hewan yang layak kurban, Adiyoto mengaku sudah menyosialisasikannya kepada masyarakat melalui aparat desa serta para ketua DKM dan tokoh masyarakat setempat. Kriteria hewan layak kurban yang ditetapkan Disnakan, menurut dia, juga mengacu pada syariat Islam.  Pada Iduladha tahun ini, kebutuhan kurban di wilayah Kabupaten Bandung Barat sekitar 15.000 ekor. Untuk mengantisipasi munculnya berbagai penyakit ternak, Dinas Peternakan setempat menurunkan petugas kesehatan sejak H-7 Iduladha.  Bupati Bandung Barat Abubakar mengatakan, Pemkab berupaya untuk menyediakan hewan kurban yang halal dan sehat bagi warganya. Hal itu untuk melindungi dan mencegah para konsumen dari hewan yang berpenyakit.  “Para mustahik ini harus terlindungi, karena makna dari kurban ini hubungan saling berbagi antar umat manusia,” Kata Abubakar.  Dalam ibadah kurban kali ini, Abubakar mengimbau kepada setiap SKPD untuk mengakomodir siapa saja yang hendak berkurban agar bisa berbagi dengan warga di KBB. “Saya ajak semua pegawai di SKPD yang akan berkurban untuk diakomodir agar bisa disalurkan ke warga di KBB,” pungkasnya. (bie)


Loading...

loading...

Feeds

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …