Indonesia Juga Waspadai Proxy War

FOTO BARENG: Ketua Presidium Paguyuban Warga Jawa Barat (PWJB), Herlas Juniar fotoi bareng usai kegiatan seminar kebangsaan dengan tema

FOTO BARENG: Ketua Presidium Paguyuban Warga Jawa Barat (PWJB), Herlas Juniar fotoi bareng usai kegiatan seminar kebangsaan dengan tema "Membumikan Semangat Bela Negara Menghadapi Ancaman Proxy War", di Aula Satata Sariksa Rindam III/Siliwangi, Jalan Gudang Utara, Kota Bandung, Sabtu (3/9).

POJOKBANDUNG.com BANDUNG-Sebagai sebuah negara besar yang memiliki sumber daya berlimpah, Indonesia menjadi incara negara lain. Penjajahan selama 350 tahun oleh Belanda sudah membuktikan hal tersebut.


Kini, Indonesia juga dihadapkan pada proxy war. Perang tak lagi berhadapan dengan kekuatan senjata melainkan dengan upaya pelemahan mental, baik itu sumber daya manusia, alam, maupun demografis.

“Ini yang menimbulkan pemikiran dari kami terkait persoalan yang ada. Bagaimana mencurahkan energi dan pikiran untuk mempertahankan NKRI dari proxy war,” tutur Ketua Presidium Paguyuban Warga Jawa Barat (PWJB), Herlas Juniar, usai kegiatan seminar kebangsaan dengan tema “Membumikan Semangat Bela Negara Menghadapi Ancaman Proxy War”, di Aula Satata Sariksa Rindam III/Siliwangi, Jln. Gudang Utara, Kota Bandung, Sabtu (3/9).

Herlas menyatakan, generasi penerus bangsa saat ini tak memiliki beban seberat para pendahulu. Saat ini, generasi penerus tinggal melanjutkan kemerdekaan yang sudah diraih. Akan tetapi, tetap harus waspada karena berbagai gangguan akan terus mengancam.

“Kita sekarang ini bebannya relatif tidak seperti pendahulu. Ibaratnya sekarang kita sudah punya bangunan, tinggal bagaimana menjaganya dan mengisinya,” ujarnya.

PWJB sendiri, kata Herlan, memiliki visi dan misi yang sama untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. Seluruh anggota PWJB mendorong agar seluruh masyarakat melakukan upaya penangkapan terhadap proxy war yang kini sudah masiv terasa.

“Masalah ini (proxy war) sudah terasa dan terus kita dorong untuk pencegahannya. Kami juga tergugah untuk menyadarkan diri sendiri dan lingkungan demi NKRI. Intinya mari sama-sama menjaga ancaman masiv proxy war ini, karena tanpa disadari itu ada di lingkungan kita,” papar Herlas.

Sejauh ini, indikasi proxy war di Indonesia antara lain adalah gerakan separatis dan gerakan radikal kanan/kiri, demonstrasi massa anarkis, sistem regulasi dan perdagangan yang merugikan.

Proxy war yang menyasar anak-anak muda, diantaranya peredaran narkoba, pemberitaan media yang provokatif, tawuran pelajar, bentrok antar kelompok, serta penyebaran pornografi, seks bebas, dan gerakan LGBT.

“Karenanya, kita semua harus merasa penting untuk memperjuangkan kesadaran terhadap pengaruh negatif itu. Kita harus tunjukan sebagai bangsa, bahwa kita bangga terhadap negara kita. Dan ini hal penting untuk menjaga diri dari proxy war,” tandas Herlas. (bwo)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …