Indonesia Smart City Forum Lahirkan Kesepakatan Ini

Ariel diapit ridwan Kamil dan istri saat penutupan Indonesia Smart City  Forum di Bandung. (ramdhani)

Ariel diapit ridwan Kamil dan istri saat penutupan Indonesia Smart City Forum di Bandung. (ramdhani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-Indonesia Smart‎ City Forum ]mencapai puncaknya hari ini. Forum ini melahirkan kesepakatan Bandung menuju Indonesia Smart Nation.


“Poin pertama adalah‎ integrasi konsep dan platform smart city sebagai fondasi Indonesia Smart Nation,” ujar Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Selain itu, menurut Ridwan Kamil, kolaborasi antar pemerintah daerah untuk saling bersinergi dalam pembangunan sistem smart city di wilayah masing-masing.
Poin selanjutnya dari kesepakatan Bandung adalah, Fasilitasi peningkatan sinergi antara akademisi, bisnis, pemerintah, dan komunitas untuk mewujudkan smart city.

“Kami juga sepakat untuk berbagi pakai aplikasi untuk mempercepat dan mengefesiensikan pembangunan smart city melalui tempat penyimpanan (repository) nasional,” terang Ridwan Kamil.

Kesemuanya merupakan hasil diskusi smart city yang dihadiri setidaknya tiga komponen stake holder.
Forum ini ditutup pada Sabtu(3/9) oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo.
Tjahyo sendiri ‎ menyambut baik konsep smart city ini, untuk diterapkan di seluruh kabupaten/kota se Indonesia.
Menurut Tjahyo, smart city adalah konsep penataan kota secara terintegrasi. Penggunaannya di daerah akan semakin mempermudah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Konsep penataan ini yang Presiden Jokowi inginkan. Pola pikir para kepala daerah itu harus diubah, pembangunan itu tidak hanya 5 atau 10 tahun saja,” terang Tjahjo.

Ia mengaku telah melihat berbagai konsep penataan kota di berbagai daerah. Hasilnya, ia menemukan bahwa kunci keberhasilan penataan kota terletak pada sinergitas antar lembaga. Begitu pula dengan smary city ini.

“Kuncinya adalah adanya sinergi antar kota antar wilayah untuk membangun sebuah jaringan pembangunan yang terkonsep,” kata Tjahjo. Ia menekankan pentingnya keberanian para kepala daerah untuk berinovasi.

Ia menambahkan, smart city bertujuan untuk menciptakan perencanaan dan pengembangan kota yang layak huni. Selain itu, juga meningkatkan produktivitas daerah dan daya saing daerah untuk berkompetisi di tingkat global.

Smart city, menurut Tjahjo, melingkupi berbagai dimensi, yakni smart economy, smart mobility, smart environment, smart government, smart living, dan smart people. Ke semua dimensi tersebut harus berjalan berdampingan. Hal ini merupakan bagian dari tujuan otonomi daerah.

Pemerintah pusat juga tengah berupaya untuk memperbaharui tata kelola pemerintahan. Tjahjo mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa lembaga, seperti KPK, BPKP, dan Bappenas untuk segera menyiapkan e-planning. Tujuannya agar kebutuhan seluruh kabupaten/kota se-Indonesia dapat terpenuhi dengan baik dengan sistem yang baru. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …