Penyanderaan di Pondok Indah: yang Paling Parah Pembantunya..

gegana

gegana

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Polisi menyita dua barang bukti dari pelaku penyanderaan di rumah mewah di Jalan Bukit Hijau 7 Nomor 17 kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (3/9).


“Untuk sementara ini, kami telah mengamankan senjata api dan rekaman CCTV, yang akan dibawa ke Subdit Polda Metro Jaya,” ujar Panit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Rovan Manehu, di lokasi.

Satu pucuk senjata api yang dimaksud adalah jenis weather peluru 15 butir kaliber 38 Mm. Senjata tersebut digunakan dua pelaku, AJ dan S untuk menyandera korban.

Rovan juga menerangkan, untuk korban penyanderaan berjumlah empat orang sudah diamankan. Keempatnya, pemilik rumah Asep, istrinya Euis, sang anak, dan pembantu rumah Reni.

“Sementara korban dilarikan ke Polda ditangani kedokteran sana dulu,” jelasnya.

Menurut Rovan, yang paling parah adalah pembantu. Sebab, dia sempat melompat pagar ketika lari saat penyanderaan berlangsung. “Korban (yang lain) tidak mengalami cedera,” tandas Rovan. (mg4/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …