Pohon Gaharu IKon Jawa Barat

NILAI JUAL TINGGI: Kepala Bidang produksi dan Kehutanan Provinsi Jabar Suherman (kiri) saat memantau perkebunan milik kelompok Gaharu Kedaton.

NILAI JUAL TINGGI: Kepala Bidang produksi dan Kehutanan Provinsi Jabar Suherman (kiri) saat memantau perkebunan milik kelompok Gaharu Kedaton.

POJOKBANDUNG.com SOREANG-Pohon Gaharu diproyeksikan menjadi ikon Jawa Barat. Selain mudah dibudidayakan, Gaharu memiliki nilai ekonomis tinggi.


Kepala Bidang produksi dan Kehutanan Provinsi Jabar, Suherman mengatakan, mengapreasi puluhan petani di Kabupaten Bandung yang hadir dalam bimbingan teknis aneka usaha Kehutanan. Termasuk, sejumlah kelompok tani penanam Gaharu.

Menurut dia, bimbingan teknis ini muncul atas keinginan masyarakat Paseh, Kabupaten Bandung yang sudah mencoba budidaya Gaharu. ”Dan beberapa sudah terbukti berhasil,” ungkap Suherman usai bimbingan teknis di SMK Aloer Wargakusumah Desa Mekarpawitan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, kemarin (30/8).

Dia mengatakan, banyak petani yang terhambat masalah lahan. Produktivitas dari lahan tersebut, kata dia, umumnya tidak maksimal dan tidak bisa bertambah.

”Adanya gaharu mudah-mudahan menjadi ikon dan mendukung Jabar kahiji. Kenapa Jabar, sebab perkebunan Gaharu ini diawali dari Kabupaten Bandung, namun sekarang merambah ke Garut dan Majalengka,” urainya.

”Pengelolaan yang sudah bagus sejauh ini di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung ini,” tambahnya.

Suherman mengungkapkan, konon dulu Gaharu merupakan produk Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kalimantan. Namun, seiring berjalannya waktu, produksi Gaharu dari ketiga wilayah itu sudah menurun. ”Oleh karena itu, kita mencoba bangkit dari tanaman Gaharu ini,” ungkapnya.

”Pemprov Jabar menggandeng IPB dan ITB untuk mengembangkan produk Gaharu terbaik. Dengan begitu, harapannya bisa lebih meningkatkan produksi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, tanaman Gaharu memiliki nilai jual tinggi namun mudah dalam perawatan. Satu cc minyak Gaharu dengan kualitas super saat ini dijual seharga Rp 1 juta.

”Umumnya diproduksi untuk keperluan kosmetik. Seperti parfum, aromateraphy, sabun, body lotion, teh, minyak gaharu, obat-obatan dan aksesoris Gaharu.Sementara itu, pembicara ITB, DR Riskita mengungkapkan, Gaharu sebenarnya merupakan substansi aromatik (aromatic resin) yang berbentuk gumpalan atau padatan berwarna coklat muda sampai kehitaman. Umumnya, berbentuk pada lapisan dalam kayu tertentu.

”Timbulnya Gaharu ini bersifat spesifik. Tidak semua pohon dapat menghasilkan substansi aromatik ini. Gaharu tersedia dalam bentuk kayu, serbuk, maupun minyak,” urainya.

”Bahkan kayu Gaharu juga dipercaya berkhasiat sebagai ramuan awet muda,” tambahnya.

Secara teknis, kata dia, Gaharu dapat tumbuh subur pada tempat yang memiliki ketinggian 0 sampai 1.200 meter di atas permukiman air, terutama dengan ketinggian 750 mdpl, pada daerah beriklim panas dengan suhu antara 28 derajat celsius sampai 34 derajat celsius, berkelembaban sekitar 80 persen.

”Budidaya pohon penghasil Gaharu memang masih misterius pada sektor hilir. Namun kejelian dan keuletan kita membaca peluang usaha di sektor hulu masih terbuka lebar,” pungkasnya. (yul/rie)

Loading...

loading...

Feeds

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …