Kembangkan Wisata Halal untuk Tarik Wisman

OLIMPIADE HALAL: Sejumlah siswi SMA saat mengikuti kegiatan Olimpiade Halal di Masjid Salman ITB, jalan Ganeca, Kota Bandung, Kamis (1/9). Pusat Halal Salman-ITB menggelar Olimpiade Halal yang diikuti sedikitnya 1000 pelajar SMA/Sederajat se-Jawa Barat.

OLIMPIADE HALAL: Sejumlah siswi SMA saat mengikuti kegiatan Olimpiade Halal di Masjid Salman ITB, jalan Ganeca, Kota Bandung, Kamis (1/9). Pusat Halal Salman-ITB menggelar Olimpiade Halal yang diikuti sedikitnya 1000 pelajar SMA/Sederajat se-Jawa Barat.

POJOKBANDUNG.com BANDUNG – Kepariwisataan bisa menjadi sektor andalan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan wilayah yang luas serta keragaman budaya yang dimiliki, ini menjadi potensi yang besar dalam mendatangkan devisa.


Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam menguasai sektor pariwisata, setidaknya di kawasan regional. Ini harus menjadi perhatian khusus semua pihak agar mampu memenangkan persaingan.

“Pariwisata ini sama dengan ekspor. Di sini kita bisa bersaing. Agrikultur tidak mungkin ngalahin Thailand, manufaktur enggak mungkin ngalahin China. Tinggal pariwisata, ekonomi kreatif,” kata Arief saat menghadiri Seminar Internasional Pariwisata Halal, di kampus Institut Teknologi Bandung, Kota Bandung, Kamis (1/9).

Acara tersebut dihadiri juga Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar. Arief menyebut, saat ini nilai produk domestik bruto (PDB) dari sektor pariwisata Indonesia sebesar 85 miliar dolar Amerika atau menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

“2017 (kontribusi) pariwisata mengalahkan minyak dan gas,” katanya. Arief menyebut, sektor pariwisata memberikan dampak yang besar terutama terhadap masyarakat.

“Impact-nya paling besar dirasakan oleh rakyat,” katanya. Bahkan, menurutnya, kontribusi dari aspek pariwisata ini 170 persennya akan dirasakan masyarakat.

Untuk lebih memenangkan persaingan, menurutnya pariwisata halal harus lebih dikembangkan lagi. Terlebih, sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia akan menjadi tujuan utama bagi turis asing muslim.

Namun, dia menilai, saat ini pariwisata halal belum tergarap dengan baik. Kunjungan wisatawan asing muslim lebih banyak ke negara lain dibanding Indonesia.

“(Penduduk) Thailand bukan mayoritas muslim, tapi jumlah wisman muslimnya lebih banyak. Singapura, wisman muslim yang datang ke Singapura 3.5 juta, lebih besar dari Indonesia yang hanya 3 juta,” paparnya.

Pelaku pariwisata terlalu percaya diri sehingga mengenyampingkan sertifikasi halal. “Kita negara muslim terbesar, bahwa kita halal. Ketika kita merasa halal, kita merasa tidak perlu disertifikasi. Kedua, ketika kita merasa negara muslim terbesar, lalu serta merta merasa turis muslim akan datang ke Indonesia,” katanya.

Padahal, kata Arief, seluruh aspek terkait pariwisata harus disertifikasi halal. Oleh karena itu, dia meminta seluruh masyarakat terutama pelaku usaha kepariwisataan menyesuaikan dengan standard yang diterapkan.

“Kita perlu mensertifikasi. Kita perlu memberikan pelayanan standard internasional,” katanya seraya menyebut bidang kuliner, busana, dan kosmetik harus menjadi yang terdepan dalam melakukan sertifikasi.

Dengan begitu, menurutnya perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendorong tumbuhnya pariwisata halal. “Saya menginginkan pendidikan SDM ini. Saya minta ITB menjadi pusat kajian wisata halal. Kan nanti ITB yang bertanggungjawab bersama mendidik SDM kita untuk wisata halal,” bebernya.

Jika hal ini sudah dipenuhi, dia optimistis kunjungan wisatawan mancanegara akan semakin bertambah. “Ini yang akan men-drive wisman ke kita,” pungkasnya.

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, wisata halal sangat cocok dikembangkan. Salah satu faktor utama yang harus dikedepankan adalah sertifikasi halal pada makanan.

Di Jabar, kata Deddy, sudah terdapat daerah yang siap menjadi tujuan wisata halal. “Tadi Kota Bandung sudah siap,” katanya.

Deddy menilai, perlu ada inovasi dalam mengembangkan wisata halal ini. “Harus ada inovasi nilai-nilai Islam. Ada seni, tradisi ada,” katanya.

Menurutnya, ini merupakan peluang besar bagi masyarakat kita. “Kita tinggal menggerakkan saja,” katanya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds