Kakak Beradik Dianiaya Debt Collector

MENJELAKSAN : Salah seoarang korban pemukulan, Andi (28) saat memberi keterangan kepada wartawan di Mapolres Cimahi, kemarin.

MENJELAKSAN : Salah seoarang korban pemukulan, Andi (28) saat memberi keterangan kepada wartawan di Mapolres Cimahi, kemarin.

POJOKBANDUNG.com CIMAHI – Dua kakak beradik warga Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Andi (28) dan Rani (30) dianiaya oleh oknum debt collector di Jalan Baros, Rabu (31/8).


Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi saat keduanya hendak mengantar ibunya ke acara pelepasan rombongan calon Jemaah Haji asal Kota Cimahi di Pusdik Armed, Kota Cimahi.
“Saya tidak terluka parah, tapi kalau adik saya (andi) dipukul sampai berdarah. Tapi yang paling sedih, pemukulan dilakukan didepan ibu, dan kami jadi tidak bisa menyaksikan ibu saat pelepasan calon jemaah haji dilaksanakan,” kata Rani, saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jl. Amir Mahmud, kemarin.
Andi saat ditemui terlihat memar di bagian mata sebelah kiri. Sementara bagian pelipisnya sudah dijahit dan ditutup oleh perban. Selain menderita luka di bagian muka, Andi mengalami memar di bagian punggung.
Dari penuturannya, ia dipukuli oleh oleh tiga orang penagih utang dari salah satu perusahaan leasing.
Insiden itu bermula ketika dua orang penagih utang datang ke rumahnya dalam rangka menagih pembayaran utang yang tertunggak selama dua bulan. Namun, ia mengatakan masalah hutang piutang sudah selesai dibayarkan.
“Kami bicara baik-baik, dan saya jelaskan semuanya sudah dibayar. Saya suruh mereka untuk menghubungi pimpinannya. Kemudian kedua penagih utang itu pergi,” terangnya.
Namun, ketika korban hendak mengantar ibunya untuk pemberangkatan haji, dua orang debt collector tersebut mengikutinya sampai memaksa berhenti.
Karena khawatir debt collector akan melakukan hal yang bisa membahayakan, ia akhirnya turun dari mobil sambil membawa alat tumpul untuk melindungi diri.
“Baru saja keluar dari mobil, saya langsung dipukul. Saya tidak bisa membela diri, karena dikeroyok. Ibu saya yang melihat kejadian itu langsung nangis,” ujar Andi.
Mereka terus memukuli Andi meski ada polisi dan Rani melerai perkelahian tersebut. Pemukulan tersebut berhenti usai polisi datang dengan jumlah lebih banyak.
Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Reza Arifian mengatakan, pihaknya bakal melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penganiayaan tersebut.
“Setelah menerima laporan, korban pun akan divisum karena tindak pidana yang berkaitan dengan pengeroyokan harus ada tahapan visum sebagai alat buktinya,” kata Reza.
Dia menegaskan, segala bentuk tindak kekerasan tidak dibenarkan dalam upaya penagihan utang oleh suatu pihak terhadap pihak lainnya.
“Justru itu yang kami proses, unsur kekerasannya. Selama saya bertugas sebagai Kasatreskrim, karena saya baru bertugas sekitar dua bulan, kasus dugaan kekerasan oleh debt collector baru terjadi sekarang ini,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …