Industri Tak Peduli Lingkungan

SOSIALISASI: Dirjen Penegakan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rasio Ridho Sani, memaparkan materinya dihadapan para tamu undangan yang hadir pada kegiatan Sosialisasi Percepatan Gerak Citarum Bestari, di Hotel Graha Tirta Siliwangi, Jln. Lombok, Kota Bandung, Rabu (31/8).

SOSIALISASI: Dirjen Penegakan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rasio Ridho Sani, memaparkan materinya dihadapan para tamu undangan yang hadir pada kegiatan Sosialisasi Percepatan Gerak Citarum Bestari, di Hotel Graha Tirta Siliwangi, Jln. Lombok, Kota Bandung, Rabu (31/8).

POJOKBANDUNG.com BANDUNG – Para pelaku industri di Jawa Barat masih kurang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Hal ini terlihat dari banyaknya industri khususnya di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Citarum yang membuang limbahnya tanpa melalui proses pengolahan.


Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, terdapat ratusan industri di Kabupaten Bandung yang membuang limbah ke sungai. Mereka tidak mengolah limbahnya dengan baik sehingga merusak lingkungan sekitar.

“Mulai dari home industri sampai industri besar. Kebanyakannya melanggar,” kata Heryawan saat sosialisasi Citarum Bestari, di kawasan Jalan Lombok, Kota Bandung, Rabu (31/8/2016).

Acara ini digelar untuk mengajak pelaku industri ikut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ajang yang juga dihadiri Pangdam III/Siliwangi, Kejati Jabar ini dilakukan untuk merangsang para pelaku industri agar terlibat dalam menjaga kelestarian Sungai Citarum yang saat ini kondisinya sudah sangat menghawatirkan.

“Kita harus akhiri, kalau penegakkan hukum panjang urusannya. Kita tidak ingin penegakkan hukum terlebih dulu. Kita sadar saja, mencari uang mencari rezeki boleh, tapi tentu tidak merugikan orang lain,” katanya.

Namun, pada kenyataanya banyak pelaku industri di Jabar yang turut andil dalam kerusakan lingkungan. “Ini yang menjadi pelanggaran kemanusiaannya, saat melakukan kegiatan ekonomi, pada saat bersamaan merusak lingkungan dan kehidupan,” ucapnya.

Lebih lanjut Heryawan katakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) Citarum untuk menyelesaikan masalah yang ada. Mulai dari limbah dan masalah lainnya harus segera diselesaikan.

“Insha Alloh untuk menata itu semua, kita akan buat Samsat, yang diisi oleh semua stakeholder. Orientasinya untuk penyelesaian masalah. Kita akan panggil (perusahaan) satu-satu,” pungkasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) Provinsi Jabar Anang Sudharna mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan kepada 200 industri di kawasan Bandung Raya, sebanyak dua pertiganya melakukan pelanggaran berat.

“Pada prinsipnya mereka semua melanggar. Kita secara acak ngambil sampel saja, hampir semuanya melanggar,” kata Anang di tempat yang sama.

Anang melanjutkan, sejak tahun sudah terdapat puluhan industri yang diberi sanksi, mulai dari administrasi, pencabutan izin, hingga pembongkaran. “Kalau dari tahun lalu sudah ada 48 yang kita awasi. Ada sembilan di Kabupaten Bandung kita minta dibongkar karena tanpa izin. Terus ada tiga perusahan di Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Cimahi kita rekomendasikan untuk penghentian produksi,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …