Edarkan Barang ‘Haram’ Lima Pemuda Ini Diciduk

Barang bukti hexymer ditunjukkan pihak kepolisian di Mapolres Cimahi, Rabu (31/8). (bahi)

Barang bukti hexymer ditunjukkan pihak kepolisian di Mapolres Cimahi, Rabu (31/8). (bahi)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Lima orang pemuda diamankan bersama 9.000 butir obat Hexymer oleh Satlantas Polres Cimahi pada Selasa (30/8) malam. Mereka ditangkap karena diduga menyalahgunakan obat untuk dijual secara ilegal dan tanpa resep dokter.


Kelima orang yang diamankan itu adalah AG (23) sebagai distributor, GL (20) dan GN (19)sebagai pengedar. Sementara FR (22) dan AL (20) sebagai pengguna.

Kepala Satnarkoba Polres Cimahi Wahyu Agung menuturkan obat jenis Hexymer saat ini kerap disalahgunakan untuk mabuk. Padahal, obat yang dibuat untuk penderita parkinson itu tergolong obat keras dan harus disetai resep dokter dalam penggunaannya.

“Kami mendapat laporan dari warga bahwa di sekitar lingkungan Pemkot Cimahi, itu banyak beredar pil jenis hexymer ini. Setelah dilakukan penyelidikan, kami amankan sejumlah anak muda yang menyalahgunakan obat keras ini,” kata Wahyu di Mapolres Cimahi, Rabu (31/8).

Ia mengatakan, Hexymer ini seakan menjadi trend di kalangan anak muda Kota Cimahi. Ia menduga, harga per tiga butir yang dijual Rp. 10 ribu sangat terjangkau menjadi salah satu alasan penyalahgunaan obat ini.

“Kami mendeteksi peredarannya mulai meningkat belakangan ini,” katanya.

Dari penuturan AG, obat tersebut dibeli secara online dari Jakarta. Ia membeli setiap toples seharga Rp. 600 ribu. Per toplesnya berisi 1.000 butir.

AG mengaku telah menjualbelikan hexymer selama sekitar enam bulan terakhir ini. Dalam sebulan, dia menyatakan dapat memperoleh keuntungan Rp 4 juta dengan menjual hexymer.

“Yang beli kebanyakan remaja. Saya tidak tahu efeknya seperti apa karena saya ga pakai. Saya hanya jual. Dan tahu obat ini dari teman saya,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka peredaran obat keras ilegal dapat dijerat dengan Pasal 196 jo Pasal 98 ayat (2) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar.

Dari berbagai informasi yang dihimpun, Kasus peredaranHexymer di bulan ini saja, Satnarkoba Polres Cimahi telah menahan sejumlah orang dan menyita total 15 ribu butir hexymer yang diedarkan tanpa surat keterangan dari dokter.

Sebelumnya, Satnarkoba Polres Cimahi juga menyita 6.000 butir hexymer dan menahan distributor lain berinisial, AM (28).

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Jawa Barat Rullyanto menyatakan, hexymer termasuk ke dalam psikotropika golongan IV.

“Peredarannya memerlukan resep dokter dan ditandai dengan lambang salib merah. Obat yang mengandung bahan kimia trihexyphenidyl hydrochloride itu merupakan obat pengurang ketegangan,” ujarnya saat dihubungi, kemarin.

Ia menjelaskan, jika obat tersebut dikonsumsi tidak sesuai dengan dosis yang berlaku, bisa menimbulkan efek seperti penggunaan narkotika.

“Hexymer itu biasanya untuk penderita parkinson. Kandungannya juga mempunyai efek antidepresi, termasuk untuk menghilangkan nyeri otot,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …