Nasib 177 JCH Sangat Memprihatinkan

ratusan jemaah haji asal indonesia ditahan oleh otoritas filipina

ratusan jemaah haji asal indonesia ditahan oleh otoritas filipina

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Calon jemaah haji ilegal berpaspor Filipina asal Indonesia masih ditahan pihak otoritas imigrasi Filipina.


Namun pihak KBRI memastikan kondisi 177 calon jemaah haji dalam keadaan baik dan sehat. KBRI memberikan bantuan makanan dan obat-obatan untuk memastikan kesehatan calon jemaah haji terjaga dengan baik.

Hanya saja terungkap dari informasi yang didapat Pojoksatu.id (Radar Bandung Group) para calon jemaah haji sempat ditampung di Gereja setempat.

Tampak dari foto-foto yang didapat redaksi para calon jemaah haji itu beristirahat di lantai gereja yang kebetulan tidak sedang digunakan.

Sementara ada petugas yang datang mendata nama-cama calon jemaah haji yang ditampung di Gereja tersebut.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga mengungkapkan bahwa kondisi 177 jamaah calon haji (JCH) asal Indonesia yang berangkat secara ilegal melalui Filipina, kondisinya memprihatinkan.

Ini disampaikan Lukman dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR pada Senin (29/8). Pada kesempatan itu, ia menyatakan ratusan JCH tersebut merupakan korban sindikat yang terorganisir.

“Setelah tujuh sampai sembilan hari mereka berada di detensi imigrasi Filipina, dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, karena penampungan tidak didesain untuk ratusan orang. Mereka dicampur dengan kriminal lain dengan makanan yang tidak cukup baik,” kata Lukman.

Baru sejak dua hari lalu ratusan JCH yang gagal berangkat tersebut dipindah ke KBRI Manila. Namun, hingga saat ini mereka belum diperkenankan otoritas setempat pulang ke tanah air karena masih dalam rangka penyelidikan.

“Tapi kami kementrian agama terus melakukan koordinasi dengan kemenlu secara intens. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka bisa pulang. Mereka mengalami tekanan luar biasa,” pungkas mantan politikus Senayan itu.

Bareskrim Polri mengungkap bahwa modus pemberangkatan haji asal Indonesia melalui Filipina bukanlah hal baru. Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto, WNI tergiur berhaji via Filipina karena memang pernah ada yang berhasil tanpa tanpa harus ikut antre hingga bertahun-tahun.

“Apalagi kalau sudah berhasil lolos sekali, makin hari makin mau lagi dia. Apalagi kalau bisa loloskan banyak orang,” ujar Agus di Bareskrim Polri, Senin (29/8).

Ia menambahkan, informasi itu pula yang membuat 177 WNI tergiur sehingga berangkat haji via Filipina. Tawaran berhaji tanpa antrean tentu menarik mereka karena jika mendaftar melalui reguler di Indonesia bisa mengantre hingga puluhan tahun.

“Jadi mereka selama ini mendengar ada haji yang bisa cepat. Padahal kan kalau nunggu minimal 10 tahun baru berangkat haji dan pakai daftar tunggu. Namanya ibadah pasti ada yang tertarik,” tutur Agus.

Lebih lanjut Agus memaparkan, ke-177 WNI itu ternyata dua kali berangka ke Filipina. Mulanya adalah untuk mengurus paspor dan visa haji.

“Mereka dua kali berangkat ke Filipina. Jadi awalnya mereka direkrut kemudian membayar sebagian, kemudian pergi ke Filipina untuk mengurus paspor. Lalu balik lagi ke Indonesia,” katanya.

Hanya saja, mereka akhirnya terendus pihak imigrasi Filipina saat hendak terbang dari Manila ke Arab Saudi. Karenanya mereka sempat ditahan di detensi imigrasi Filipina di Manila.

Namun demikian Bareskrim menganggap ke-177 WNI itu merupakan korban penipuan oleh biro travel. Sebab, mayoritas korbannya juga orang desa yang tak paham administrasi sehingga menurut saja ketika disuruh .

“Mayoritas korban orang kampung. Saya yakin enggak ada niat sedikit pun dari mereka untuk berganti kewarganegaraan. Semua itu konspirasi dari jaringan ini,” tandas Agus.

Sayangnya, Agus belum membeber pihak yang menjadi otak penipuan itu. Ia hanya berjanji dalam waktu dekat akan menetapkan tersangkanya.(fat/mg4/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds

Ada Efek Pegal-pegal dan Ngantuk

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah disuntik vaksin, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tidak berencana melakukan kegiatan yang terlalu berat. “Setelah …

Dinas Lingkungan Hidup Usulkan Perda TPU

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pemakaman Umum (TPU) …

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Dua Orang Tersangka Masih Buron

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Polres Cimahi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam bentrokan antar geng motor yang terjadi di Jalan Raya …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …