Laga Persib Vs Arema di Si Jalak Harupat Resahkan Kontraktor Proyek

salah satu sudut Stadion si Jalak Harupat yang tengah dalam pembenahan. (mildan)

salah satu sudut Stadion si Jalak Harupat yang tengah dalam pembenahan. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, KUTAWARINGIN– Skuad Persib Bandung dan Arema menjajaki lapangan si Jalak Harupat, Jumat (26/8). Kehawatiran masih menyelimuti kontraktor yang mengerjakan proyek di komplek si Jalak Harupat.


Dari pantauan, skuad Persib mulai berlatih sekitar pukul 15.00, sekitar pukul 16.30, giliran skuad Arema tiba di si Jalak Harupat untuk menggelar latihan dan uji caoba lapangan yang rencananya akan digunakan Sabtu esok.

Di luar stadion, para pekerja masih sibuk mengerjakan proyek pembangunan dan finishing area serta venue di si Jalak Harupat.

Bahkan, pembangunan stop over VPIP di gerbang utara juga masih terus dilakukan.

Disamping masih melakukan pekerjaan, para pekerja juga sebagian sibuk membereskan potongan besi, batu dan pasir di sekitar stadion.

Sedangkan, tumpukan paving block terlihat masih dibiarkan di dekat gerbang utama Kompleks Sarana Olah Raga Si Jalak Harupat.

Para pekerja sebagian masih mengerjakan pembuatan pedestrian walk, taman, serta bangku taman. Kendaraan pengangkut material pembangunan pun terlihat masih banyak memasuki kawasan stadion. Namun, tumpukan bahan-bahan bangunan di area pintu-pintu Stadion Si Jalak Harupat yang tadinya menumpuk, sebagian sudah dipindahkan.

“Sebagian pekerja membereskan barang-barang yang dianggap riskan rusak, sebagian lagi masih mengerjakan pekerjaan, karena dikejar waktu,” tutur Udisman, salah seorang mandor pengerjaan pedestrian walk ketika diwawancara.

Dengan hanya tersisa satu hari sebelum duel Persib melawan Arema, tidak semua barang dan bahan bangunan bisa dibereskan. Seperti paving blok yang tidak akan sempat untuk diamankan.

Kekhawatiran masih dirasakan oleh pihak kontraktor, dengan masih banyaknya material bangunan yang belum terbereskan, maka bisa menjadi alat yang bisa digunakan oleh oknum bobotoh untuk kerusuhan, seperti batu bata yang bisa dilemparkan dan benda lainnya.

Tidak hanya itu, pedestrian walk juga kemungkinan besar akan mengalami kerusakan jika tidak dijaga ketat oleh aparat keamanan.

“Saya khawatir kalau taman dan pedestrian ini akan dilalui motor, atau dijadikan tempat parkir motor. Kalau diinjak-injak ya sudah pasti. Sebagian pedestrian belum beres dan khawatirnya nanti akan banyak kerusakan dan kami harus mulai dari nol lagi,” katanya.

Dia juga menyesalkan pertandingan Persib dengan Arema digelar secara mendadak di Si Jalak Harupat.

“Kalau rencana pertandingannya dilakukan satu bulan lalu saja, mungkin kami tidak akan menanam dulu bunga-bunga supaya tidak rusak,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Pertandingan antara Persib Bandung melawan Arema Cronus di stadion si Jalak Harupat, dikhawatirkan berdampak pada pengerjaan venue untuk PON XIX.

Para kontraktor yang tengah melakukan proyek pengerjaan Venue, merasa keberatan jika stadion milik pemkab Bandung tersebut mengaku keberatan Sabtu (27/8) nanti Persib menggunakan si Jalak Harupat sebagai home base.

Salah seorang kontraktor pembangunan pedestrian, bangku taman dan trotoar di komplek Stadion Si Jalak Harupat, Juhana mengatakan, jika pertandingan Persib Bandung melawan Arema Cronus jadi digelar di si Jalak Harupat, maka akan ada konsekwensi yang harus diterima oleh kontraktor.

“Jelas kami akan menunda pekerjaan satu atau dua hari, padahal kami sedang dikejar target,”tutur Juhana, Kamis (25/8).

Tidak hanya pengerjaan yang akan terganggu. Juhana juga khawatir jika tanaman, bangku dan pendestrian yang sedang dikerjakannya mengalami kerusakan.

“Kalau rusak, waktu untuk perbaikannya lama, padahal sebentar lagi kami diharuskan menyelesaikan pekerjaan,”ujarnya.

Tidak hanya itu, kontraktor juga akan terancam terkena pinalti manakala pembangunan molor dari kontrak. Kontrak pekerjaan sendiri hanya sampai sebelum pelaksanaan PON.

“Ini dibangun untuk PON, kalau ternyata rusak, maka perbaikannya tidak akan selesai sebelum PON. Jika itu terjadi, kami yang akan kena denda. Bisa jadi temuan BPK juga, karena perpanjangan kontrak hanya bisa dilakukan kalau ada force major seperti bencana alam. Tapi kalau ternyata kerusakannya oleh bobotoh, mau dikategorikan apa. Siapa yang akan bertanggungjawab,”ujarnya.

Dikatakan Juhana pekerjaanya di komplek stadion tersebut, sudah rampung 100 %. Saat ini hanya tengah dilakukan pemeliharaan, pemantapan dan beberapa perbaikan kecil. Hal inilah yang paling ia khawatirkan, karena jika rusak kembali, untuk perbaikannya tidak bisa dilakukan dalam waktu sebentar. Hal yang paling dikhawatirkannya adalah kerusakan fisik, seperti pada backdrop sepanjang 16 meter, bangku taman, trotoar, lampu taman.

“Seperti lampu taman, walaupun sudah selesai itu belum dikuatkan. Bagaimana kalau digelantungin sama bobotoh. Begitu juga dengan backdrop sepanjang 16 meter itu bisa rusak lagi, pengerjaan kembali itu tidak cukup seminggu waktunya,”ujarnya.

Juhana melanjutkan, sesuai dengan kontrak, pihaknya harus menyelesaikan pekerjaan dua pekan sebelum PON dimulai, artinya awal september seluruh pekerjaan harus sudah rampung.

Bahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeliharaan. Jika ternyata ada kerusakan yang diakibatkan oleh oknum bobotoh, maka perbaikan sampai benar-benar siap digunakan sebelum PON digelar akan mustahil dilakukan.

“Kalaupun pihak Panpel siap bertanggungjawab, sejauh mana kesiapannya? Saya dan kontraktor pembangunan lainnya juga keberatan. Kalau terjadi kerusakan dan pekerjaan jadi diperpanjang, jangan kami yang disalahkan. Dengan kondisi seperti ini, apakah tidak bisa pertandingan Persib itu ditunda sampai PON selesai, atau dilaksanakan tanpa ada penonton,”ujarnya.

Hal senada dikatakan konsultan pengawas pembangunan ruangan stop over VVIP Stadion Si Jalak Harupat, Agus, menurutnya saat ini pengerjaan stop over VVIP termasuk jembatan penghubung kearea stadion pengerjaannya telah mencapai 85%. Dan pihak kontraktor telah menyatakan kesiapannya hingga mencapai 100% selesai pada pekan ini. Meski pekerjaan hampir rampung, namun jika harus dihentikan sehari saja, pihak kontraktor tetap keberatan, mengingat waktu yang ada saat ini sangat sempit.

“Dengan jadwal yang sangat ketat ini, waktu sehari saja sangat berarti bagi kami. Kalau menambah waktu itu, administrasinya banyak sekali, apalagi kalau ke BPK itu minta penambahan waktu jelas tidak mungkin, karena yang diatur dalam Perpres pun bisa perpanjangan waktu kalau ada force major saja, kalau ini kan bukan,”katanya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara mengatakan, pihak pengelola venue yang akan dipakai pelaksanaan PON ini telah melakukan kesepakatan (MoU) dengan PB PON. Dimana dalam Surat Edaran (SE) PB PON yang dikeluarkan pada 22 April lalu, menyatakan untuk semua kontingen olahraga yang hendak menggunakan venue yang akan digunakan PON harus seizin dari PB PON. Termasuk jika hari ini Persib Bandung ingin menggunakan stadion tersebut, harus seizin dari PB PON, meski sebenarnya berbagai venue yang ada di komplek Stadion Si Jalak Harupat itu adalah milik Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Kemarin Pak Bupati sebagai kepala daerah beliau memang telah mengizinkan. Tapi kan tetap harus seizin dari PB PON, apalagi di stadion ini tidak hanya satu venue yang akan dipakai PON, melainkan delapan dan masih dalam satu kawasan,”ujarnya.

Mengingat waktu pelaksanaan pertandingan Persib vs Arema Cronus pada 27 Agustus semakin dekat. Sehingga, setelah rapat bersama panpel, pihak keamanan dari Polisi dan TNI, kontraktor dan pihak lainnya. Kata dia, jika tetap ingin menggunakan Stadion Si Jalak Harupat harus secepatnya meminta izin kepada PB PON.

“Jadi fix tidaknya di tempat ini, harus segera dikirim surat permohonan izin kepada PB PON. Kami juga mendorong itu agar segera berkirim surat kepada PB PON,”katanya. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …

Gandeng LBH Gerakan Pemuda Anshor

POJOKBANDUNG.com, CIMANGGUNG – Untuk melindungi warga karang taruna dan masyarakat Cimanggung yang berurusan dengan masalah hukum, Forum Pengurus Karang Taruna …