PON XIX di Jabar, KONI Kota Bandung Targetkan Medali Segini

Logo PON 2016

Logo PON 2016

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–KONI Kota Bandung menargetkan 107 medali pada PON XIX September mendatang di Jabar.


“Kami targetkan 40 persen raihan medali dari medali yang diperebutkan di PON XIX nanti. Dengain raihan emas minimal 42,” ujar Ketua KONI Kota Bandung, Aan Juhana, kepada wartawan, Kamis (25/8).

Untuk cabang olah raga Aan mengatakan, ada 44 cabor, dan 55 sub cabor, ada satu cabor yang memiliki beberapa Sub cabor, seperti cabor renang, punya sub seperti renang indah dan polo air. Sedangkan jumlah atlet dan pelatih yang ikut serta sebanyak 462 orang.

“Jadi setidaknya kita bisa mempertahankan prestasi saat PON Riau. Lebih baik lagi jika kita meraih juara umum,” tegasnya.

Beberapa cabor yang diunggulkan dalam PON kali ini diantaranya, bela diri seperti judo, tarung drajat, pencak silat. Selain itu, juga panahan, basket dan voli.

Sementara itu, untuk hadiah dan bonus yang diberikan kepada atlet peraih mendali, Aan mengatakan harus diusahakan lebih besar, atau minimal sama dengan hadiah yang diberikan pada Pekan Olah raga daerah (Porda) sebelum ini.

Para peraih medali saat porda, mendapatkan bonus, untuk emas Rp31 juta, Perak Rp20 juta dan perunggu Rp10 juta.

“Kami menginginkan bisa memberikan lebih dari itu,” terangnya.

Pasca PON, lanjut Aan, pihaknya akan mengikat para atlet agar tidak mudah diambil oleh daerah lain.

“Karena kan dalam waktu dekat akan ada Porda di Bogor. Jadi banyak daerah yang mencari atlet unggulan walau dari daerah lain,” katanya.

Karenanya, Kota Bandung akan memberikan beberapa keistimewaan kepada para atlet unggulan.
Seperti fasilitas transportasi, uang saku. Bea siswa untuk para pelajar. Dan kemudahan untuk mencari pekerjaan terutama jika sudah tidak menjadi atlet.

“Saya sudah membicarakan ini dengan wali kota,” tambahnya.

Disinggung masalah anggaran, KONI Kota Bandung mendapatkan anggaran sebesar Rp23,2 miliar. Jumlah ini menurut Aan masih sangat kurang, terutama untuk pembinaan.

“Karena jika kita menampung kebutuhan setiap cabang olah raga, kami membutuhkan biaya sebesar Rp70 miliar,” terangnya.

Namun, setiap cabor, diminta tidak mengandalkan APBD, melainkan bisa mencari sumber dana lain.

“Bahkan saya menyarankan kepada pengurus cabor yang mencari ketua, untuk memilih ketua yang bisa memberikan kontribusi finansial kepada cabor yang dipimpinnya,” tegasnya. (mur)‎

Loading...

loading...

Feeds