Satpol PP Segel Kafe Ergin di Dago Resort, Gara-gara Ini

Penyegelan Cafe Ergin di kawasan Dago Resort. (khairizal Maris)

Penyegelan Cafe Ergin di kawasan Dago Resort. (khairizal Maris)

POJOKBANDUNG.com, CIMENYAN– Karena tidak mengantongi izin, Cafe Ergin di Kampung Sekebuluh, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung, Rabu (24/8).


Kasatpol PP Kabupaten Bandung, Usman Sayogi mengatakan, Cafe tersebut berdiri dan beroperasi dari lima tahun lalu.

Saat pendirian, pihak pengelola memang mengantongi izin, namun pada September 2015 lalu, izinnya telah habis dan diharuskan mengurus perpanjangan.

“Izinnya tidak bisa diperpanjang karena warga sekitar tidak mengizinkannya,” ujar Usman ketika diwawancara saat penyegelan.

Selama satu tahun, pemerintah Kabupaten Bandung, telah tiga kali memberikan peringatan kepada pihak pengelola supaya memperpanjang izinnya.

Namun, pihak pengelola tidak menggubrisnya dikarenakan warga sekitar tidak memberikan izin.

“Pada prinsipanya, pemerintah Kabupaten Bandung terbuka bagi investor, tapi harus menempuh perizinan. Cafe ini, tidak memperpanjang izin walaupun sudah tiga kali diberi peringatan, makanya kami segel,”paparnya.

Selain tidak bisa memperpanjang izin, masyarakat sekitar juga sering mengeluhkan resah oleh aktivitas di Cafe tersebut.

Dengan penyegelan, maka pihak pengelola dilarang melakukan aktivitas usaha, sebelum segel dibuka atau dengan kata lain memperpanjang perizinannya.

“Kami imbau pengelola cafe untuk tidak mengoperasikan cafe ini karena telah disegel. Jangan sampai nanti malah berlanjut menjadi kasus pidana karena membuka segel,” tuturnya.

Selain cafe tersebut, Satpol PP juga sedang menyelidiki tiga cafe lain di Kabupaten Bandung. Tiga cafe tersebut juga mempunyai izin yang kadaluarsa.

“Untuk tahap awal, kami bertindak secara persuasif, tapi jika langkah persuasif tidak ada titik temu, maka langkah tegas akan dilakukan,” tegasnya.

Ketua RT 4 RW 4 Kampung Sekebuluh, Usep, mengatakan pada awal pembangunan yakni lima tahun lalu, warga memang mengzinkan pendirian cafe tersebut.

Pemberian izin dari warga, didasari atas janji pengelola yang tidak akan menjual minuman keras dan akan beroperasi hanya sampai pukul 00.00 saja.

Namun, pada perjalanannya, pihak pengelola inkar janji, dimana mereka menjual minuman keras dan buka sampai dini hari.

“Tiga bulan pertama memang janjinya ditepati, tapi setelah itu mereka menjual minuman keras dan beroperasi sampai pukul 04.00,”ungkapnya.

Oleh sebab itu, warga menjadi kesal, sehingga ketika pengelola meminta warga untuk memperpanjang izin, warga tidak mengizinkannya.

Keberadaan cafe pun, katanya, kerap membawa dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Di antaranya, perkelahian yang tidak jarang terjadi sampai suara musik yang terdengar keras sampai permukiman. Bahkan, azan awal pun harus bersaing dengan suara musik dari cafe. Parkiran cafe pun sering menghalangi jalan menuju perkampungan. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …