Koperasi di Bandung Barat Mengalami Mati Suri

Bupati Bandung Barat.

Bupati Bandung Barat.

POJOKBANDUNG.com, BATUJAJAR – Dari total 8.23 koperasi di Kabupaten Badung Barat (KBB) hanya 392 koperasi yang masih aktif dan beroperasi. Sementara, dari 392 koperasi tersebut hanya 165 koperasi yang sehat dan mandiri.


Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Koperasi Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Diskoperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Ruhimat pada HUT Koperasi ke-69 tingkat Kabupaten Bandung Barat di Batujajar, Senin (22/8/2016).

Diakui dia, memang tidak seluruh koperasi maju tapi diupayakan ke depan pemerintah daerah mampu mendorong agar koperasi semakin maju. Sedangkan untuk yang tidak aktif pihaknya akan terus berupaya dalam membantu agar anggota koperasi lainnya untuk tetap berkraya dengan invovasi dan kreasi.
“Ada 115 koperasi ditambah 100 pelaku usaha dan juga dihadiri 3000 orang yang ikut pada acara HUT koperasi ini. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong semangat koperasi agar lebih berkembang,” ungkap Asep kepada wartawan seusai acara di Batujajar, kemarin.

Pemkab Bandung Barat akan terus mendorong seluruh koperasi agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan roda perekonomian yang terus berkembang.
“Sekarang ada aturannya kalau bantuan keuangan dari pemkab ke setiap koperasi itu dilarang. Namun diganti dengan bantuan pelatihan,” tandasnya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, pada HUT koperasi ke-69 ini diisi dengan kegiatan gerak jalan, khitanan masal dan juga pameran UMKM. Dengan cara ini diharapkan dapat menjalin kerjasama sekaligus menumbuhkan semangat para anggota koperasi untuk lebih maju.

Bupati Bandung Barat Abubakar mengungkapkan, keberadaan koperasi perlu diapresiasi karena sudah membantu masyarakat dalam roda perekonomian. Tapi di sisi lain, pemerintah daerah juga tidak menutup mata banyak koperasi yang tidak berkembang.
“Kita juga menyadari bahwa ada koperasi yang memang tidak maju. Makanya, kami akan mendorong koperasi ini melalui pelatihan agar bisa maju dan mampu bersaing dengan yang lainnya,” kata Abubakar usai menghadiri HUT Koperasi ke-69 tingkat Kabupaten Bandung Barat di Batujajar, Senin (22/8/2016).

Diungkapkan dia, selain untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing perekonomian masyarakat, melalui koperasi dan UMKM, juga dapat meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan sosial.

Abubakar mencontohkan, saat ini ada pameran produk UMKM hasil olahan masyarakat, di situ peran koperasi untuk bekerjasama dengan para pelaku UMKM.
“Para pelaku UMKM ini hanya memiliki bahan baku dan pengolahan sementara untuk modal, pemasaran serta kemasan bisa dilakukan oleh koperasi dan pemerintah daerah,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …