Semarak HUT RI ke-71 yang Diselenggarakan oleh Kelurahan Wargamekar

Kerjasama pesan koran yadi gile.

Kerjasama pesan koran yadi gile.

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Menyemarakan rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, ratusan warga yang tinggal di Kompleks Perumahan Bandung Griya Indah mengikuti gerak jalan yang diselenggarakan oleh Kelurahan Wargamekar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung didukung oleh Pengembang Perumahan Bukit Griya Indah bekerjasama dengan Ketua RW. 06, serta tokoh pemuda, masyarakat Wargamekar. Jalan Santai tersebut yang dilepas langsung oleh oleh Lurah Wargamekar, Zallani Suganda, S.Pd., M.Si didampingi Bhabinkamtibmas Polsek Baleendah, Wahyu bersama Babinsa di halaman Kantor Kelurahaan Warga Mekar dan finish di Perumahan Bukit Griya Indah, Minggu, (21/8/2016).


Warga yang terdiri dari para orang tua hingga anak-anak berjalan menuju Perumahan Bukit Griya Indah. Sebagian dari mereka kompak mengenakan kostum berwarna merah putih. Di sela-sela warga, tampak Ketua RW 06, Abah Anom Rahman bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kemeriahan memuncak usai gerak jalan, sambil melepas lelah menikmati alunan musik, dan pengundian doorprize.

Ketua RW 06, Abah Anen Rohman mengatakan gerak jalan ini selain ajang silaturahmi juga sebagai sarana berolahraga bersama, juga untuk mengenang jasa para perjuangan kemerdekaan RI. Sejumlah warga sangat mengapresiasi kegiatan ini sebab bisa memupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan.
“Ajang seperti ini memang sangat bermanfaat untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan, dan rasa memiliki sebagai warga sekaligus warga negara Indonesia,” jelas Abah Anen.

Abah Anen mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah mendukung dan mensuskseskan kegiatan gerak jalan ini.
“Khususnya kepada Pimpinan Perumahan Bukit Griya Indah, Dra. Rahayu Wiramihardja dan Ir. Urip Satrio yang telah banyak membantu, baik secara moril maupun finansial,” ucap Abah Anen.

Menurut Abah Anen, kawasan kampung Curug yang terletak dikelurahan Wargamekar tidak kalahnya dengan pesona alam yang ada di Lembang. Kita berencana akan menjadikan Kampung Curug ini sebagai tujuan wisata.

Curug Cangkring setinggi ± 25 m, yang mengalir di atas hamparan andesit, dengan empat teras. Kini yang nampak hanya hamparan teras batu saja dengan gemericik air yang tak begitu deras. Jika saja ini adalah musim hujan, pastilah Curug cangkring ini sangatlah indah.

Curug yang berada pada ketinggian ± 800-900 mdpl, kondisi curugnya masih sangat baik, masih terlindungi oleh rimbunnya pohon aren, bambu dan beberapa jenis pohon semak lainnya Tak ada satupun sampah yang berserakan, kecuali dedaunan yang jatuh ke tanah.
“Curug cangkring ini letaknya cukup jauh dari keramaian, membuat curug ini masih terlihat alami,” ungkap Abah Anen.

Lebih lanjut dikatakan Abah Anen, Curug Cangkring punya keindahan, walaupun bukan primadona. Curug tersebut bisa dikunjungi dengan cukup mudah, walaupun tidak ada fasilitas yang bisa di dapat layaknya tempat wisata lain.
“Seperti halnya tempat parkir dan toilet. Disana hanya ada warung kecil yang menyediakan kebutuhan warga sehari-hari saja. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bandung dapat merevitalisasi kawasan Curug Cangkring agar dapat dijangkau oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Seperti penyediaan tempat parkir, toilet dan sarana ibadah, sebagai upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Warga Mekar, Zallani Suganda, S.Pd., M.Si mengatakan kegiatan ini merupakan wujud terima kasih Warga Mekar kepada Negeri. kegiatan ini merupakan kerja nyata untuk meningkatkan kerukunan dan silaturahmi warga dan memperkokoh persaudaraan dan semangat gotong royong antar warga.
“Kami harapkan masyarakat lebih bisa meningkatkan kebersamaan antar warga, serta membangun kesolidan demi kemajuan bangsa,” ungkap Zallani.

Zallani sangat mendukung kampung Curug ini dijadikan sebagai Desa Wisata. “Alam yang mempesona tidak jauh beda dengan Lembang ditunjang dengan keberadaan Curug Cangkring yang begitu indah, sehingga dapat dijadikan destinasi wisata Kabupaten Bandung,” ujar Zallani. (ymi)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …