Jumat Ngangkot, Pemkot Harus Beri Contoh untuk Menjalankan Programnya

Dede T. Widarsih.

Dede T. Widarsih.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah dituntut memberi contoh yang baik terkait penggunaan angkutan umum. Hal ini sangat penting agar sosialisasi penggunaan kendaraan umum ke masyarakat bisa sesuai yang diharapkan.


Ketua Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Provinsi Jawa Barat Dede T. Widarsih mengatakan, program ‘Jumat Ngangkot’ yang digagas Pemerintah Kota Bandung harus dimulai dari pemerintah itu sendiri. Selain meminta ke masyarakat, setiap unsur pemerintah harus mau menggunakan angkutan umum dalam aktivitasnya.

Dede mengapresiasi jika Pemkot Bandung berani mewajibkan seluruh PNS-nya menggunakan angkutan umum.
“Sekarang (hari) Jumat dulu, mungkin nanti bisa ditambah waktunya. Atau kenapa enggak setiap hari,” kata Dede di Bandung, Minggu (21/8/2016).

Dede yang juga anggota DPRD Provinsi Jabar ini berharap, Pemkot Bandung bisa konsisten dalam menggalakkan penggunaan angkutan umum. Program ‘Jumat Ngangkot’ ini jangan hanya sekedar pencitraan saja sehingga harus benar-benar dilaksanakan.

Bahkan, dia menilai, pemerintah pun seharusnya melarang anak sekolah membawa kendaraan pribadi. Dia menyayangkan terus bertambahnya jumlah anak sekolah yang membawa kendaraan pribadi.
“Bahkan hampir semuanya pakai motor,” ujar Dede.

Selain menambah kemacetan, membiarkan anak sekolah membawa kendaraan sendiri sama dengan mengancam keselamatan.
“Orang tua juga jangan salah, sayang anak itu bukan memberikan motor ke anak. Itu bisa membahayakan, apalagi mereka masih suka kebut-kebutan,” kata Dede yang menyebut usia anak sekolah belum sepantasnya memiliki surat izin mengemudi sehingga tidak boleh berkendara.

Meski begitu, Dede mengapresiasi gebrakan yang dilakukan Pemkot Bandung melalui ‘Jumat Ngangkot’ ini. Menurutnya, hal ini harus diikuti juga oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota lainnya.
“Sosialisasi menggunakan angkot ini harus dilakukan di setiap kabupaten/kota,” katanya. Lebih lanjut Dede katakan, saat ini angkutan umum sudah semakin ditinggalkan oleh masyarakat.

Pendapatan angkutan umum pun berkurang drastis terutama sejak menjamurnya sepeda motor. Oleh karena itu, Dede berharap pemerintah bisa memberi subsidi kepada angkutan umum agar tetap bertahan bahkan bisa kembali menjadi pilihan utama bagi masyarakat.
“Subsidi bahan bakar atau tarif. Dengan tarif yang terjangkau, masyarakat kembali tertarik untuk naik angkot,” ucapnya.

Sementara itu, Dede meminta agar pengusaha dan sopir angkutan umum berbenah diri agar bisa menarik minat masyarakat. Selain harus menyuguhkan kendaraan yang aman dan nyaman, sopir diminta agar lebih tertib dalam berkendara.
“Jangan ugal-ugalan. Apalagi kalau sampai membahayakan pengendara lain. Itu hanya akan menimbulkan antipati,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …