Sidang Bima Arya di PN Bandung Diwarnai Demo Puluhan Mahasiswa Bogor

Mahasis yang tergabung dalam LSM Gerakan Rakyat Anti Koruptor (Bogor) melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jalan LLRE Martadinata Bandung, Senin (22/8). (nida)

Mahasis yang tergabung dalam LSM Gerakan Rakyat Anti Koruptor (Bogor) melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jalan LLRE Martadinata Bandung, Senin (22/8). (nida)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam LSM Gerakan Rakyat Anti Koruptor (Bogor) melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jalan LLRE Martadinata Bandung, Senin (22/8).


Massa menuntut Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk segera menaikkan status Walikota Bogor‎ Bima Arya menjadi tersangka dalam kasus pengadaan lahan untuk relokasi PKL di Pasar Jambu Dua Kecamatan Tanah Sareal kota Bogor yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 43,1 miliar.

Dalam aksinya, massa‎ menuntut pihak Kejati untuk menindaklanjuti apa yang telah disampaikan oleh para saksi dan surat dakwaan mengenai nama-nama yang selalu disebut-sebut dalam persidangan diantaranya Walikota Bogor, Wakil Walikota Bogor, Sekda dan Kepala BPKAD. Kejati juga dituntut untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap ketua DPRD dan mantan ketua komisi ‎DPRD kota Bogor

“Kami menuntut agar Kejati Jabar untuk segera menjadikan Walikota Bogor dan antek-anteknya menjadi tersangka‎. Kami tidak rela koruptor ada dalam lingkungan pemerintah kota Bogor terus beraktifitas didalam pemerintahan,” ungkap Koordinator Aksi, Muhamad Sufi saat berorasi.

Selain itu massa juga ‎menuntut Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Hakim untuk menelusuri aliran dana pembayaran hutang Sdr. Angkahong yang diduga kuat merupakan suap yang disamarkan dengan melibatkan pusat pelaporan dan analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta menetapkan seluruh anggota tim kecil pengadaan tanah Jambu Dua sebagai tersangka dan segera didakwa karena terbukti menandatangani berita acara musyawarah harga ketiga meskipun tidak hadir pada pelaksanaanya.

“Segera menaikkan penyelidikan kasus korupsi mark-up pengadaan tanah jambu dua yang ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menjadi penyidikkan sekaligus menaikkan status Walikota Bogor,Wakil Walikota Bogor, Sekda serta kepala Dispenda Kota Bogor dan oknum hanggar yang melakukan komunikasi dengan pejabat pengelola keuangan daerah sebagai tersangka turut serta dalam kasus yang merugikar APBD-P 2014 sebesar Rp 43,1 miliar tersebut,” tandasnya.(nda)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Dua Orang Tersangka Masih Buron

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Polres Cimahi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam bentrokan antar geng motor yang terjadi di Jalan Raya …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Rina Gunawan, istri dari Teddy Syach dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Selasa (2/3). Kabar duka tersebut dibenarkan sang manajer.