4 WNA di Bandung Terjaring Operasi Yustisi Gara-gara Ini

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sedikitnya empat Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Kota Bandung melanggar administrasi kependudukan. Hal ini diketahui saat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar operasi yustiti kependudukan di Rw 03 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jumat (19/8) malam.


Operasi yang dimulai pukul 21.00 Wib hingga pukul 23.00 Wib ini, dilakukan oleh petugas gabungan dari petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), petugas Kantor Imigrasi, Satpol PP, dan TNI/Polri. Petugas gabungan, langsung mendatangi sejumlah rumah kontrakan di RT 01,02 03 dan 09 yang berada di RW 03 Kelurahan Dago.

Di RT 09, petugas gabungan mendapati banyak WNA yang mengontrak. Para petugas pun mendatangi satu persatu rumah kontrakan yang dihuni para WNA. Rata-rata dari mereka, tinggal di Kota Bandung untuk kuliah maupun bekerja sebagai tenaga pendidik.

Saat didatangi, petugas langsung meminta WNA menunjukan dokumen administrasi mulai dari Paspor, Visa, Kitas hingga SKTT (Surat Keterangan Tempat Tinggal).

“Dari hasil pemeriksaan, dokumen Paspor, Visa, dan Kitas mereka lengkap. Hanya saja, mereka tidak bisa menunjukan SKTT, ” ujar Kasi Yustisi Disdukcapil Kota Bandung, Taspen Effendi kepada wartawan di lokasi operasi yustisi.

Taspen mengatakan, bagi WNA yang tinggal di Kota Bandung, kepemilikan SKTT sangat penting. Pasalnya, hal itu pun sudah diatur dalam Perda nomor 04 tahun 2015.

“Kalau sudah punya Kitas, WNA harus mempunyai SKTT. Kalau tidak punya, dia dikenakan sanksi administrasi sebesar Rp. 100 ribu. Tadi ada empat WNA yang tidak memiliki SKTT,” katanya.

Taspen mengatakan, pembuatan SKTT ini bisa dilakukan oleh WNA maupun sponsor di Kantor Disdukcapil, di Jalan Ambon, Kota Bandung. Biasanya, penerbitan SKTT ini dilakukan setelah WNA mengantongi Kitas yang dikeluarkan Kantor Imigrasi.

“Mereka ada yang tahu ada yang sama sekali tidak tahu soal SKTT ini. Biasanya sponsor-sponsor mereka yang tidak mensosialisasikan. Tapi kami akui juga kalau sosialisasi dari kami pun masih minim, makanya ini yang harus digencarkan. SKTT ini adopsi dari Undang-undang, saya yakin semua daerah juga memberlakukan SKTT bagi WNA,” katanya.

Selain mendapati WNA yang tidak memiliki Kitas, dalam operasi itu pun petugas gabungan mendapati ada WNA yang menyalahi visa. WNA asal Amerika itu, mengantongi visa bisnis, namun pada kenyataannya WNA pria itu bekerja sebagai pengajar di salah satu lembaga pendidikan di Kota Bandung.

“Menurut kami, sebagai aturan imigrasi, kalau memang visa bisnis ya bisnis maksimal 60 hari. Lebih dari itu, mereka harus pulang atau datang ke negara terdekat, tidak bisa bekerja di sini. Untuk masalah yang ini, itu ranahnya imigrasi,” katanya.

Sementara, salah seorang WNA asal Tiongkok, Vincent (32) mengaku tidak mengetahui masalah SKTT ini. Selama ini, ujarnya, bagi WNA yang tinggal di Indonesia, hanya perlu mengantongi paspor, visa, dan Kitas.

“Saya tidak tahu kalau harus ada dokumen itu (SKTT. Red). Saya baru mendengar hari ini,” ujar Vincent yang saat ini tengah melanjutkan sekolah bahasa di salah satu lembaga pendidikan bahasa di kawasan Dago.

Sementara, Camat Coblong, Anton Sugiana, mengatakan, selama ini pihaknya sudah mensosialisasikan terkait masalah SKTT ini kepada warganya. Namun, melihat masih banyak WNA yang tidak mengetahui SKTT, pihaknya pun akan mensosialisasikan lagi dengan memanggil para WNA yang tinggal di Kecamatan Coblong ke kantor Kecamatan.

“Sosialisasi sudah sering dilakukan ke kelurahan dan RT/RW-nya. Hanya saja, sepertinya ada masalah penyampaian dari RT ke para WNA. Mungkin saja terkendala bahasa,” ujar Anton.

Anton mengatakan, di wilayah Kecamatan Coblong sendiri, terdapat lebih dari seratus WNA yang tinggal sementara. Rata-rata dari mereka, tinggal di kawasan Dago maupun Sekeloa.

“Rata-rata mereka (WNA. Red) kuliah. Banyak di sini (Coblong. Red) ada yang dari Amerika sampai India,” tandasnya. (nda)

Loading...

loading...

Feeds

Daya Beli Jadi Isu Utama Pemulihan Ekonomi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Kota Bandung, Eric M. Attauriq menyatakan sudah menyiapkan sejumlah strategis untuk kembali mendongkrak …

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …