Heboh Rokok Rp 50 Ribu per Bungkus, Aher dan Ineu Komentar Begini

ilustrasi perokok. (khairizal maris)

ilustrasi perokok. (khairizal maris)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Rencana Presiden Joko Widodo yang akan menaikkan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus mendapat apresiasi dari pemerintah di daerah. Pujian tersebut salah satunya disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.


Ineu mengatakan, langkah tersebut sangat tepat untuk menekan konsumsi rokok di masyarakat. Hal ini, kata Ineu, jauh lebih penting karena akan berdampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

“Menekan konsumsi rokok di masyarakat. Artinya hidup masyarakat sehat. Mungkin ini jadi tujuan utamanya,” kata Ineu usai memimpin Paripurna DPRD Provinsi Jabar terkait peringatan hari jadi ke-71 Provinsi Jabar, di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Kota Bandung, Jumat (19/8/2016).

Ineu mengatakan, pemerintah tidak perlu khawatir kekurangan devisa akibat berkurangnya konsumsi rokok masyarakat. Masih banyak sumber pendapatan lain yang bisa digenjot untuk mengakselerasi pembangunan.

“Kita bisa menggenjot dari pajak yang lain. Jadi jangan fokus pada satu pajak saja,” ucapnya.

Terlebih, kata Ineu, negara menghimpun pendapatan dengan tujuan untuk mensejahterakan rakyat. “Pajak (dari rokok) ini bisa merusak kesehatan. Ini harus dipandang seperti itu,” katanya seraya meminta pemerintah agar meningkatkan potensi pendapatan lain yang tidak berisiko apapun.

Lebih lanjut Ineu mengimbau masyarakat agar mengalihkan biaya untuk membeli rokok ke hal lain yang lebih positif. Biasanya, biaya untuk membeli rokok yang dikeluarkan masyarakat tergolong tinggi sehingga akan lebih baik jika digunakan untuk membiayai hal yang produktif.

“Orang merokok itu kan mempunyai dana, makanya memberi cukai. Setidaknya hidup sehat, untuk manfaat lebih panjang lagi,” pungkasnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku tidak takut bakal kehilangan pendapatan akibat dinaikkannya harga rokok. Terlebih, katanya, di Jabar tidak terdapat industri rokok skala besar.

Sebagai pengganti, pihaknya akan menggenjot pendapatan dari sektor lain. “Ketika ada pengurangan penghasilan ke negara dan daerah, kita cari penghasilan yang lebih kreatif,” kata Heryawan di tempat yang sama.

Heryawan menilai, dinaikkannya harga rokok akan mampu mengurangi jumlah perokok. “Cukai makin tinggi, yang merokok semakin susah kan. Dampaknya yang merokok jadi sedikit,” katanya.

Hal serupa, tambah Heryawan, telah lama dilakukan negara lain. “Indonesia agak terlambat meninggikan pajak (rokok). Singapura lebih dulu, Eropa lebih dulu,” katanya.

Heryawan pun mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam candu rokok. “Hidup normal berpikir sehat, pasti menghindari perilaku konsumsi yang berbahaya bagi kita. Kalau kita tahu dalam rokok itu ada baha berbahaya, mengapa dikonsumsi?” tutupnya. (agp)
Sent fr

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …