Pemprov Jabar Targetkan Ciletuh Masuk UGG

Wagub Jabar deddy mizwar (tengah) didampingin Kadisparbud Jabar memaparkan Geopark ciletuh.

Wagub Jabar deddy mizwar (tengah) didampingin Kadisparbud Jabar memaparkan Geopark ciletuh.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG— Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 2017 kawasan Taman Kebumian (Geopark) Ciletuh di Kabupaten Sukabumi diakui oleh UNESCO menjadi taman bumi dunia (UNESCO Global Geopark, disingkat UGG). Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Budaya agar keinginan tersebut tercapai.


Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, Geopark Ciletuh saat ini sudah diakui pemerintah pusat sebagai Taman Kebumian Nasional. “Tahun lalu, Desember 2015 diakui nasional. Sekarang kami ingin Ciletuh ini diakui dunia,” kata Deddy Mizwar di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (18/8/2016).

Upaya ini sangat penting agar potensi wisata yang ada di daerah tersebut bisa lebih dikenal masyarakat luas. Bahkan, dengan terpilih sebagai salah satu UGG, Deddy optimistis Ciletuh akan menjadi salah satu tujuan wisata kelas dunia.

Deddy mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke Ciletuh. Dirinya takjub dengan sejumlah keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna.

“Di sana ada batu-batu yang berumur puluhan juta tahun. Ada yang menarik, di sana ada tempat banteng berjemur, lokasinya masih ada,” paparnya.

Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan pemprov agar Ciletuh diakui sebagai UGG. Sejumlah anggaran pun digelontorkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur ke daerah tersebut.

“Tahun depan 200 miliar (rupiah) untuk infrastruktur. Juga ada pembangunan bandara Citarate. Akses harus bisa lebih mudah,” katanya.

Selain itu, kata Deddy, sebagai salah satu syarat yang ditetapkan UNESCO, pihaknya telah menambah luas kawasan Geopark Ciletuh. “Dulu 34.800 hektare. Sekarang 128 ribu hektare,” pungkasnya.

Kepala Disparbu Provinsi Jabar Ida Hernida mengatakan, kawasan Geopark Ciletuh sudah diperlua menjadi delapan kecamatan yang mencakup 74 desa. Sebelumnya, kawasan taman kebumian tersebut hanya berada di dua desa.

“Terbagi ke area Cisolok, Pajampangan, dan Ciletuh,” katanya. Untuk memudahkan pengunjung, akses ke lokasi tersebut sudah ditambah menjadi tiga pintu masuk.

Lebih lanjut Ida katakan, selain meningkatkan kualitas Ciletuh, pihaknya pun menggali potensi masyarakat sekitar agar nantinya ikut merasakan dampak perkembangan Geopark Ciletuh. Hal inipun penting untuk semakin menarik kunjungan wisatawan.

“Masyarakat harus disiapkan dalam menghadapi perubahan menjadi kawasan wisata ini,” katanya. Berbagai pelatihan pun diberikan seperti menyiapkan penginapan (home stay) dan pemandu wisata.

“Banyak sekali tempat wisata di sini. Mesti ada badan pengelola yang menggerakan masyarakat mengelola titik-titik wisata,” ujarnya.

Selain itu, berbagai sosialisasi pun dilakukan Disparbud untuk lebih mengenalkan Ciletuh ke masyarakat. Pada 19-21 Agustus ini digelar bazar ekpo terkait Geopark Ciletuh di Trans Studio Mall, Kota Bandung.

Pada puncaknya Pemprov Jabar kembali menggelar Ciletuh-Pelabuhanratu Geopark Festival 2016 yang dimulai pada 27-28 Agustus mendatang. Festival yang menampilkan beragam acara tersebut akan digelar di Pantai Batu Namprak, Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, terdapat berbagai acara yang akan disuguhkan seperti ekspedisi geo climb, uji coba jalur sepeda, jelajah alam geopark Ciletuh, cultural performances mulai dari tarian dan seni tradisi, Ciletuh Adventure Challenge, atraksi perahu hias, festival layang-layang hias, festival surfing internasional, hingga pesta rakyat. “Keindahan alam dan budaya, semuanya ada Ciletuh. Kami ingin menjadikan Ciletuh sebagai destinasi wisata geopark berkelas internasional. Ini salah satu kebanggan Jawa Barat,” ucapnya.

Gelaran Ciletuh Geopark Festival tahun ini memiliki konsep “Culture meet Nature”. Nantinya terdapat harmoni antara kebudayaan manusia dan alam yang mewadahinya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds