Merah Putih Membentang di Citarum

Bendera merah putih dengan panjang kurang lebih lima meter membentang di Jembatan Citarum, Kamis (11/8).

Bendera merah putih dengan panjang kurang lebih lima meter membentang di Jembatan Citarum, Kamis (11/8).

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH– Ada yang menarik dilakukan warga Mekarsari Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung saat membentangkan bendera merah putih di Jembatan Citarum, Kamis (11/8/2016). Pembentangan bendera sepanjang 50 meter tersebut merupakan bentuk protes terhadap pemerintah yang kurang memperhatikan kondisi Sungai Citarum.


Ghufron Cokro Valentino (41), warga Kampung Mekarsari yang memprakarsai pembentanhan bendera tersebut. Dia mengatakan, kondisi Sungai Citarum sudah sangat memperhatikan. Buntutnya warga memprotesnya dengan bentuk membentangkan bendera yang sengaja dipesan dari Garut.
“Ini sebagai bentuk protes halus kepada pemerintah. Selain itu, supaya siapa pun yang melintas bisa melihat bendera sekaligus melihat kondisi Citarum saat ini,” tutur pria yang akrab disapa Ucok tersebut.

Setelah melihat, kata dia, diharapkan semua pihak bisa mempunyai rasa mencintai dan lebih memperhatikan kondisi Citarum yang terus memprihatinkan.
“Bisa dilihat, sekarang kondisinya sudah dangkal karena sendimentasi, ke dalamannya hanya selutut saja,” katanya.

Sendimentasi merupakan salah satu penyebab banjir Kawasan Bandung Selatan. Pemerintah sendiri kurang memperhatikan nasib Sungai Citarum karena tidak pernah dilakukan pengerukan sampai ke dasar sungai.

Di sisi lain lumpur dari wilayah hulu terus menerus bertambah, akibaynya pendangkalan terus terjadi.
“Citarum ingin dimerdekakan. Semoga bendera ini menggugah para petinggi bangsa supaya memerhatikan lagi Sungai Citarum. Sudah tidak seimbang antara besar air yang masuk dengan kondisi Citarum sekarang. Ini harus dinormalisasi sebelum banjir melanda lagi,” katanya.

Rencananya untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, pihaknya akan menggelar lomba menangkap itik di Sungai Citarum, pawai obor, dan zikir bersama di sekitar Sungai Citarum. Pada HUT ke-71 RI kali ini, katanya, dia dan warga sekitar Sungai Citarum berjuang memerdekakan Sungai Citarum dari kerusakan yang diperbuat manusia.
“Pembentangan bendera ini menggunakan dana pribadi. Saya belum sempat berkoordinasi dengan pemerintah. Selanjutnya, kami menggelar acara-acara lainnya bersama warga sini. Temanya lebih ke tadabur alam jangan sampai peringatan ini malah diperingati dengan foya-foya,” katanya. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …