Sapi Perah Kertasari Tinggal 900 Ekor

Ilustrasi Sapi Perah

Ilustrasi Sapi Perah

POJOKBANDUNG.com, KERTASARI – Populasi sapi perah di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung terus menurun lima tahun terakhir ini. Padahal di kecamatan tersebut dulunya merupakan salah satu penghasil susu sapi terbesar di Bandung Selatan.


“Lima tahun terakhir ini populasi sapi perah terus menurun. Sepengetahuan saya, dulu di seluruh Kecamatan Kertasari pupolasi sapi mencapai 3000 ekor lebih sekarang paling hanya sekitar 900 ekor saja, apalagi untuk Desa Cibeureum jumlahnya sangat sedikit,” tutur Kepala Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Atep Ahmad Syarif Hidayat, Rabu (10/8/2016).

Bahkan, kata Atep, pada saat pupolasi sapi perah masih sangat banyak. KPBS menyumbang Pendapatan Asli Desa yang cukup besar. Namun saat ini karena produksi susu sapi menurun drastis seiring dengan menurunnya sapi perah di Kecamatan Kertasari termasuk Desa Cibeureum, menjadikan Pendapatan Asli Desa KPBS menjadi tidak ada.
“Dulu satu keluarga bisa mempunyai sampai lima ekor sapi. Sekarang paling hanya satu atau dua ekor saja, bahkan sudah ada yang beralih profesi menjadi petani atau buruh tani,” katanya.

Atep berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan, baik itu program bantuan atau dalam bentuk kebijakan lainnya.
“Jika dibiarkan, kebanggaan Selatan Kabupaten Bandung besagai penghasil susu sapi bisa hilang, karena masyarakat sudah banyak yang tidak mau beternak sapi perah lagi,” imbuhnya.

Terus melorotnya jumlah populasi sapi perah di Kertasari dikarenakan penghasilan dari susu dianggap sudah tidak menguntungkan lagi. Bahkan para peternak kerap kali merugi akibat tidak seimbangnya biaya pemeliharaan dengan harga susu.

Salah seorang peternak di Kampung Sukasari Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Yanto Heryanto (35) mengatakan, untuk satu ekor sapi perah dibutuhkan pakan sekitar 50 kilo gram. Namun produksi yang dihasilkan dari sapi perah tidak terlalu banyak. Dalam satu hari susu yang dihasilkan paling banyak hanya 15 liter yang dijual seharga Rp 4000-Rp 4200. Namun tidak semua sapi betina bisa diperah sepanjang waktu, karena sapi yang bisa diperah merupakan sapi betina yang sedang menyusui anaknya. Ketika masa menyusui telah habis atau sapi sedang hamil tidak bisa diperah. Sementara pakan harus tetap diberikan.
“Harga susu susah naik sementara kebutuhan terus meningkat. Makanya banyak peternak yang beralih profesi,” katanya.

Pada masa kejayaannya, kata Yanto, satu peternak di Desa Cibeureum bisa mempunyai lima sampai delapan ekor sapi. Namun saat ini satu peternak paling hanya mempunyai dua atau tiga sapi, itu juga banyak diantaranya memilih memelihara sapi jantan bukan sapi betina yang bisa diperah susunya.
“Sapi jantan dianggap lebih menguntungkan harga jualnya lumayan tinggi dan pakannya lebih sedikit dibandingkan sapi perah,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Yanto, pruduksi susu yang dihasilkan sangat tergantung pada pakan yang diberikan. Jika pakan yang diberikan asal-asalan, maka dipastikan susu yang dihasilkan akan sangat sedikit, hal tersebut yang menjadikan peternak sapi perah terus merugi.
“Peternak di sini biasanya memberikan pakan hijauan seperti rumput gajah diselingi oleh RC (Dedak). Katanya untuk meningkatkan produksi susu, pakan yang diberikan lebih bagus jika menggunakan konsentrat,”terangnya.

Namun jika harus membeli konsentrat, para petani akan snagat keberatan karena keterbatasan modal, selain itu, konsentrat untuk pakan sapi sangat sulit didapatkan. Dia berharap agar pemerintah bisa memberikan bantuan baik itu melakukan subsidi pakan, atau memberikan bantuna mesin pembuat konsentrat dan memberikan pelatihan pembuatannya. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …