Demo Lelang PON Dihadang Massa Bupati

Sejumlah mobil yang dipakai massa GMBI rusak akibat serangan massa tandingan saat demo lelang PON di Kabupaten Pangandaran.

Sejumlah mobil yang dipakai massa GMBI rusak akibat serangan massa tandingan saat demo lelang PON di Kabupaten Pangandaran.

POJOKBANDUNG.com, PANGANDARAN– Aksi damai yang dilakukan LSM GMBI Distrik Pangandaran dan GMBI se-Priangan Timur menyoroti pelaksanaan lelang dukungan PON XIX 2016 di Kab Pangandaran mendapat perlawanan ribuan massa dari Gerakan Bela Pangandaran yang merupakan masa pendukung Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.


“Kami sangat menyesalkan aksi kami mendapat perlawanan dari massa yang mengatasnamakan Gerakan Bela Pangandaran yang merupakan massa pendukung bupati. Padahal, aksi kami dilengkapi izin menyampaikan aksi di depan umum dan itu dilindungi undang-undang. Namun, ada sekenario dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan perlawanan membabi buta,” ujar Sekretaris Distrik LSM GMBI Pangandaran, Asep Yudi Rohendy.

Aksi massa tandingan tersebut menyebabkan sejumlah anggota GMBI terluka dan beberapa unit kendaraan roda dua dan empat milik GMBI rusak. Selain itu, massa GMBI dari beberapa kabupaten lain yang turut membantu aksi demo di-sweeping oleh ribuan massa tandingan tersebut.

“Akhirnya mereka disuruh pulang ke daerah masing-masing,.sementara kami di sini (Distrik Pangandaran) terjebak di dalam kantor DPRD Pangandaran dan menunggu pengamanan dari Polres Ciamis,” cerita pria yang kerap disapa Dolphin ini.

Dolphin menjelaskan, dalam aksi tersebut GMBI menyoroti proses lelang dukungan PON di Pangandaran. Dalam pelelangan itu dinilai ada persoalan dan kejanggalan yang terindikasi adanya praktik persekongkolan yang mengarah pada gratifikasi.

“Sebelum melakukan aksi kami sudah diserang di Distrik Pangandaran dan menelan satu orang korban terluka bernama Andri Sulaiman yang sudah divisum dan dilaporkan ke polisi,” beber Dolphin.

Selain polisi, Dolphin juga mendesak DPRD Pangandaran menyikapi dan segera membentuk Pansus bila memungkinkan. “GMBI sangat mendukung pelaksanaan PON terlaksana dengan baik, tapi yang kami soroti pelaksanaan sarana pendukung PON yang kami anggap ada indikasi KKN, terutama lelang ruas Jalan Cimerak-Sindangsari, Cabor Terjun Payung dan Pacuan Kuda yang diduga bermasalah,” ungkap Dolphin. (man/mun)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …