Coret Dua Atlet, Tim Inti Softball Putri Terbentuk

Beberapa atlet tim softball putri Pelatda Jabar tengah menjalani latihan di GOR Lodaya, Jalan Lodaya Kota Bandung.

Beberapa atlet tim softball putri Pelatda Jabar tengah menjalani latihan di GOR Lodaya, Jalan Lodaya Kota Bandung.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pasca kepulangan dari try out yang dilakukan di Sidney Australia pada 18-25 Juli 2016, skuad softball putri Pelatda Jabar akhirnya terbentuk menjadi 15 atlet tim inti untuk bertanding di PON XIX/ 2016 Jabar pada September mendatang.


Kepala Pelatih Softball Putri Jabar, Imet Rachmat mengatakan, memang sedikit mengalami dilema saat memilih dan memutuskan tim inti. Pasalnya dari 17 atlet yang selama ini menjalani pemusatan latihan, seluruhnya memiliki kemampuan yang sama rata dan berkualitas.

“Kami kroscek kembali track record prestasi atlet. Kenyataannya walaupun sama-sama hebat tapi mau tidak mau dua orang harus dicoret,” ucapnya kepada Radar Bandung saat ditemui di GOR Lodaya Kota Bandung, Rabu (10/8/2016).

Imet menyebut jika dicoretnya dua atlet berdasarkan kesepakatan antara pelatih dan jajaran pengurus,. Keputusan tersebut juga merupakan jumlah kuota yang ditentukan PB PON yakni hanya 15 atlet.

“InsyaAllah ini pilihan yang terbaik, saya harap komposisi atlet yang sudah terbentuk bisa memberikan kontribusi baik untuk tim maupun nama daerah,” terangnya.

Dengan terbentuknya tim inti yang asalnya dihuni 17 atlet, kini tim softball putri Jabar memfokuskan diri untuk latihan dan mematangkan teknik maupun strategi bertanding yang selama ini telah diajarkan. Menurut Imet, tahap persiapan khusus sudah usai saat ini sudah memasuki tahap pra-pertandingan.

“Artinya tidak akan ada try out ataupun try in, atlet hanya akan fokus latihan dengan ritme waktu sesuai program,” imbuhnya.

Jauh dari itu saat tim softball putri mengikuti kejuaraan di Sidney Australia memang tidak mendapatkan raihan medali. Namun, di sisi lain, Imet mengaku, pihaknya merasa bangga dengan pencapaian atlet. Sebab setidaknya mereka mampu bersaing dengan atlet-atlet yang levelnya jauh di atas tim Jabar.

“Australia saingan terberat kami, tapi tim banyak belajar dari kejuaraan tersebut baik itu tehnik bertanding maupun strategi,” paparnya.

Ismet melanjutkan, dengan materi atlet yang dirasa mumpuni dirinya optimis bisa meraih medali setidaknya satu emas sesuai apa yang targetkan KONI Jabar. “Target itu sangat realistis karena ditunjang materi atlet berkualitas, saya yakin. Semoga harapan itu bisa kami raih dengan mudah,” tandasnya. (arh) 

Loading...

loading...

Feeds