Cimahi Dukung Full Day School dengan Sarana dan Prasarana Harus Memadai

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi setuju dengan konsep Full Day School (FDS) yang diwacanakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy. Namun, sarana dan prasarana sekolah dan sumber daya manusia untuk menjalankan pola FDS masih kurang memadai.


Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi, Dikdik Pratono melihat pola FDS dari segi efektifitas kegiatan belajar mengajar (KBM) sangat baik.

Namun, hal itu akan berjalan baik jika diikuti dengan kesiapan sarana dan prasarana sekolah. Sementara saat ini, di Kota Cimahi masih ada sekolah yang menyelenggarakan KBM dengan membagi ke dalam dua shift karena keterbatasan ruang kelas.
“Terkait sarana dan prasarana yang masih kurang memadai jangan sampai menjadi masalah baru. Konsep Full Day School akan diawali bagaimana kita melakukan pemenuhan sarana dan prasarana. Dengan begitu, secara totalitas kita bisa melaksanakan FDS,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (10/8/2016).
“Secara prinsip, kami setuju dengan Full Day School, konsepnya bagus,” katanya.

Selain sarana dan prasarana sekolah, SDM yang ada pun akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Kota Cimahi jika konsep FDS resmi bergulir.

Pasalnya, berdasarkan hasil kajian Disdikpora Kota Cimahi, tenaga pengajar untuk SD, dan SMP masih kekurangan sebanyak 350 orang.

Belum lagi, jika dikaitkan dengan FDS, semua guru harus terbagi secara merata beban kerjanya.
“Persoalannya, dengan jumlah yang kurang, konsep FDS harus kami kaji dulu. Jangan sampai malah nanti ketika diterapkan, banyak sekolah yang kekurangan guru,” ia menjelaskan.

Untuk mengatasi keterbatasan yang dimiliki, Disdikpora sudah menyiapkan berbagai opsi jika konsep FDS dijalankan. Salah satunya, menerapkan pola FDS di bebebrapa sekolah yang sudah memenuhi sarana dan prasarana, serta jumlah gurunya.

Meski demikian Dikdik enggan menyebut sekolah mana saja yang kemungkinan bisa memakai sistem FDS.
“Kami belum bisa memutuskan sekolah mana, karena masih dan perlu dikaji untuk efektivitas nantinya,” jelasnya.

Disinggung mengenai beberapa daerah yang justru menolak wacana FDS karena memberatkan, Dikdik menilai, semua kebijakan pemerintah pusat pasti penuh dengan pertimbangan, beralasan, dan berdasar.
“Yang jelas apapun yang diputuskan pemerintah pusat terkait pendidikan akan dilaksanakan oleh kami (Disdikpora), tidak akan ada penolakan. Tapi dilakukan secara bertahap,” ucapnya.
“Tinggal bagaimana langkah yang kita lakukan. Kalau memang diterapkan secara penuh, Dinas Pendidikan di Kota Cimahi harus membenahi keterbatasan itu,” pungkasnya.

Sementara itu, wacana FDS yang dikeluarkan menteri pendidikan tersebut mendapat beragam respon dari siswa. Salah satunya datang dari Eza Rizky, siswa kelas VII SMPN 11 kota Cimahi yang mengaku tidak setuju.
“Kalau sekolah pagi sampai sore tuh kurang suka sih. Jadi ga ada waktu buat main. Ya pengennya, sekolah seperti biasanya saja jangan terlalu sore jangan terlalu siang pulangnya biar gak jenuh. Soalnya, tugas sekolahnya yang SMP itu banyak,” katanya.

Berbeda dengan Zulfar Irawan, siswa kelas V SD Cimahi Mandiri 2 yang menilai Full Day School akan memberinya kesempatan yang banyak untuk belajar.
“Kalau saya setuju. Soalnya banyak pelajaran yang bisa diterima, apalagi kalau bisa belajar sambil bermain dengan teman-teman sekelas,” ujarnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds