Ekonomi Syariah Menggairahkan, BI Siapkan Ini …

Para pembicara dan pejabat KPw BI Jabar bersama pengurus  FoSSEI pada acara Seminar Ekonomi Syariah di gedung KPw BI Jabar, Bandung, Rabu (10/8/2016).

Para pembicara dan pejabat KPw BI Jabar bersama pengurus FoSSEI pada acara Seminar Ekonomi Syariah di gedung KPw BI Jabar, Bandung, Rabu (10/8/2016).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Jawa Barat memiliki peran sangat penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Sebagai provinsi berjumlah penduduk terbanyak nasional yakni 46,5 juta orang 98 persen penduduknya beragama Islam, Jabar memiliki jumlah sumber daya manusia yang sangat potensial untuk dikembangkan dan diarahkan menjadi sumber daya insani penggerak utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.


Menurut Asisten Direktur Departemen Ekonomi Syariah Bank Indonesia, Jardine A Husman, saat ini Bank Indonesia (BI) tengah menyusun blue print perekonomian syariah di Indonesia.
“Blue print ini sebagai persiapan untuk membentuk sistem syariah di Indonesia di semua sektor kehidupan. Bukan sekadar perbankan, melainkan produk-produk dan lembaga perbankan,” ujar Jardine kepada wartawan di sela-sela Seminar Nasional Ekonomi Islam bertajuk ‘Menjaga Stabilitas Perekonomian Nasional melalui Sinergitas Lembaga Keuangan Syariah dan Lembaga Filantropi Islam’ yang digagas mahasiswa FoSSEI (Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam) bekerja sama dengan Kantor Perwakilan BI Jabar, di Gedung BI Jabar, Rabu (10/8/2016).

Pada tahap awal, kata Jardine, BI akan melakukan sosialisasi ke seluruh elemen masyarakat, seperti lembaga pendidikan dan pelaku industri.
Dalam pengembangan ekonomi syariah, didalamnya mencakup berbagai indikator ekonomi, seperti produk makanan, travel, fashion.
“Termasuk juga masalah zakat dan wakafnya,kita perlu bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait seperti Baznas, laznas, OJK, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam pelaksanaan sosialisasi ini,” papar Jardine.

Sementara, Deputi Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Soekowardojo mengatakan, untuk mengembangkan potensi tersebut, KPw BI Jabar mencoba berkolaborasi dan bersinergi dengan para stakeholder ekonomi syariah di Jabar demi mewujudkan Jabar sebagai Poros Pendidikan Ekonomi Syariah di Indonesia.
“Seminar ini, diharapkan dapat membantu dalam membangun citra Jabar sebagai Poros Pendidikan Ekonomi Syariah kepada para mahasiswa yang memiliki afiliasi terhadap ekonomi syariah dari berbagai kampus se Indonesia,” ungkap Soekowardojo.

Terkait sektor keuangan syariah di Jabar, Soekowardojo mengatakan, sampai triwulan II2016 kegiatan perbankan syariah telah berhasil membukukan total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 27,4 triliun atau meningkat 16,4% (yoy) dibanding triwulan II 2015. Besarnya nilai DPK syariah tersebut menempatkan Jabar sebagai provinsi dengan nilai DPK perbankan syariah terbesar kedua (setelah DKI Jakarta) dengan pangsa 11% terhadap total DPK perbankan syariah nasional. Sementara itu, jika dibandingkan dengan total DPK di Jabar (perbankan konvensional+syariah), pangsa DPK syariah di Jabar telah mencapai 7,1% terhadap total DPK Jabar, lebih tinggi dibandingkan dengan pangsa DPK syariah nasional yang baru mencapai 5,3 persen terhadap total DPK nasional.

Pada aspek pembiayaan, total pembiayaan perbankan syariah di Jabar hingga triwulan II 2016 mencapai Rp 28,8 triliun atau meningkat 6,2% (yoy) dibanding
triwulan II 2015. Besarnya total pembiayaan syariah tersebut menempatkan Jabar sebagai provinsi dengan nilai pembiayaan perbankan syariah terbesar kedua
(setelah DKI Jakarta) dengan pangsa 13% terhadap total pembiayaan perbankan syariah nasional. (nto)

Loading...

loading...

Feeds