Waspada, Jabar Sasaran Peredaran Narkoba

Larangan Narkoba.

Larangan Narkoba.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Modus peredaran narkoba semakin beragam. Beberapa di antaranya dikemas dengan menyarukan ke dalam shampo dan makanan ringan.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat Iskandar Ibrahim mengatakan, saat terdapat beberapa tren yang dilakukan para pengedar narkoba dalam menjalankan bisnisnya.
“Kita dapat dari orang Perancis, 2 bulan lalu. Kemasannya sama seperti shampoo, tapi kalau dicek di laboratoium, itu termasuk narkoba mariyuana cair,” kata Anang saat menghadiri Peringatan Hari Anti Narkotikan Internasional, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (9/8/2016).

Bahkan, Anang menyebut, Jabar menjadi sasaran peredaran narkoba. Baru-baru ini di Bandung mereka menangkap pengedar narkoba berupa shampo yang merupakan warga negara asing.
“Orang datang, ternyata mereka memasarkan narkoba,” katanya. Selain itu, pihaknya menangkap peredaran narkoba yang disarukan ke dalam makanan ringan seperti kue kering atau bolu.

Selain itu, modus peredaran pun dilakukan ke berbagai jenis produk lainnya.
“Jenisnya banyak, bahkan bentuknya ada kue kering, bolu, kemudian bentuk rokok. Rokok tembakaunya dikosongkan, tapi diisi dengan zat kimia dari narkoba, itu unsur kimia yang mematikan seseorang,” katanya.

Menurut dia, peredaran narkoba di Jabar tergolong tinggi. Rata rata penyebaran paling banyak di Jabar menyasar pekerja yang mempunyai cukup uang.
“Jumlah yang terlibat narkoba 850 ribu orang. Dari tahun ke tahun memang meningkat, tapi tidak signifikan, cenderung standar,” katanya.

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, masyarakat harus waspada dan hati-hati terhadap narkoba. Terlebih, banyak modus yang mereka gunakan dalam perdarannya.
“Dari laporan, narkoba di dunia itu 643 jenis, dan yang teridentifikasi di Indonesia 44 jenis,” katanya di tempat yang sama.

Menurutnya, Jabar mendapat ancaman peredaran narkoba. Bahkan, menurutnya di Jabar pun sama saja.

“Begitu banyak ancaman,” ucapnya.

Deddy pun menyampaikan pentingnya peran aktif setiap anggota masyarakat.
“Bisa langsung melaporkan itu, karena ada undang-undang yang melindunginya,” katanya.

Menurutnya, Jabar menjadi salah satu daerah sasaran bagi para bandar narkoba. Terlebih, Jabar menjadi pasar yang potensial dengan jumlah penduduk yang banyak.
“Selain itu Jabar dekat dengan Ibukota, sehingga pengawasan di jalur masuk seperti pelabuhan dan bandara perlu diintensifkan. Bagaimana mengantisipasi penyelundupan dari pelabuhan dan bandara-bandara,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkab Bandung Serius Tegakkan KTR

Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sangat …

DLH Juara KIP Kabupaten Bandung 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mendapatkan penghargaan sebagai peringkat pertama untuk kategori Utama Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapaan Undang-undang …

Ketua KPK “Kejar” Jokowi Terbitkan Perppu

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih bersedia untuk dapat menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti …