Sekolah Cikapundung Tanamkan Kepedulian Lingkungan

Siswa-siswi dan pengajar Sekolah Cikapundung sedang membuat kompos untuk tanaman, sebagai salah satu metode pembelajaran yang diterapkan di Sekolah Cikapundung, Curug Dago, Kota Bandung. (IST)

Siswa-siswi dan pengajar Sekolah Cikapundung sedang membuat kompos untuk tanaman, sebagai salah satu metode pembelajaran yang diterapkan di Sekolah Cikapundung, Curug Dago, Kota Bandung. (IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Belajar bisa dimana saja dan dari siapa saja. Filosofi itu diaplikasikan sekelompok mahasiswa asal Universitas Padjajaran dengan memberikan kegiatan tambahan belajar di alam bebas. Cara ini ditujukan bagi pelajar tingkat dasar untuk lebih menghormati dan peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Cikapundung rintisan para calon akademisi ini, membidik wisata Curug Dago sebagai lokasi yang tepat. Para siswanya, diberikan bimbingan atraktif yang tak didapati siswa di bangku pendidikan formal.
“Ide awal pembentukan Sekolah Cikapundung ini terlahir ketika kami melakukan riset di Sungai Cikapundung. Kami terinspirasi membuat kegiatan belajar mengajar sekaligus memberikan pemahaman pentingnya mencintai lingkungan hidup sejak dini,” kata Rizky Novalia Suhendi, salah seorang pendiri Sekolah Sukapundung saat ditemui Radar Bandung, Selasa (9/8/2016).


Rizky menyebut permasalahan lingkungan yang ada di Sungai Cikapundung menjadi latarbelakang berdirinya Sekolah Cikapundung.
“Seperti rehabilitasi sungai, menurut kami itu tidak hanya kegiatan teknis tapi juga faktor perilaku sosial masyarakatnya yang sangat berperan,” ujarnya.

Perilaku sosial masyarakat yang beragam, seperti kebiasaan membuang sampah ke sungai menjadi tantangan untuk dibenahi. Pendekatan secara bertahap dan semangat optimistis ia dan rekan-rekannya diharapkan bisa menjadi kontribusi nyata agar lingkungan terjaga.
“Salah satunya pendekatan yang kita lakukan ditahap awal ya anak-anak dulu. Ketika si anak lebih paham dalam menjaga lingkungan daripada orang tuanya, nanti orang tuanya juga bakal mengikuti,” tandas Rizky.

Untuk mengatasi masalah sampah misalnya, ia dan kelompoknya mengajak warga membuat bank sampah.
“Kami terus mencari formula yang paling tepat agar persoalan sampah bagi warga bantaran sungai, tak lagi menjadi persoalan bagi lingkungan,” ungkap Rizky.

Sekolah Cikapundung mendapat antusias yang baik dari masyarakat sekitar, Rizky pun membuka peluang bagi siapa saja yang ingin memberikan ilmu kepada anak-anak.
“Kami sangat terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung dan mendedikaskan diri untuk masyarakat dan lingkungan,” pungkas Rizky. (CR1)

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …