RS Ginjal yang Layani 97% Peserta BPJS Diresmikan Langsung oleh Bacharuddin Jusuf Habibie

Rumah Sakit Khusus Ginjal (RSKG) Diresmikan Langsung Oleh Bacharuddin Jusuf Habibie.

Rumah Sakit Khusus Ginjal (RSKG) Diresmikan Langsung Oleh Bacharuddin Jusuf Habibie.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peresmian bangunan baru Rumah Sakit Khusus Ginjal (RSKG) Ny. R.A. Habibie yang bertempat di Jalan Tubagus Ismail No. 46 Bandung diresmikan langsung oleh Presiden Indonesia Ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie, selain itu gedung ini juga turut dihadiri oleh Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil; Ketua Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda, Sri Sudarsono; Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi; Keluarga Besar Habibie; dan Keluarga Besar Sudarsono. Usai peresmian gedung baru ini, RSKG Ny. R.A. Habibie akan mampu mengoperasikan 100 mesin dengan kapasitas hingga 600 pasien.

RSKG Ny. R.A. Habibie merupakan rumah sakit khusus tipe C dengan pelayanan hemodialisis yang dilengkapi 60 mesin dengan kapasitas 360
pasien dan 97% melayani peserta BPJS.
“Alhamdulillah ini adalah fasilitas rumah sakit ginjal terbaik di Indonesia itu hadir di Bandung dengan peresmian oleh Presiden
Indonesia yang ketiga, Pak Habibie,” ucap Walikota Bandung Ridwan Kamil, Senin (8/8/2106).

Emil mengapresiasi keluarga besar Habibie yang memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan. RSKG Ny. R.A. Habibie sendiri telah dibangun
sejak 8 Agustus 1988 di Jl. Aceh, Bandung, atas prakarsa Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB) bekerja sama dengan Nefrolog Jawa Barat
yang dipimpin oleh Prof. Dr. Enday Sukandar, Sp.PD-KGM. Namun baru pada tahun 1993, rumah sakit ini berpindah ke lokasi yang sekarang.

Rumah sakit ini didirikan atas kolaborasi antara Nederland Batam Foundation (NEBA), Child Support Indonesia Foundation, Ton Donkersloot, dan Dialyse Centrum Groningen
“Ini juga sangat luar biasa karena memang keluarga Pak Habibie ini sangat peduli pada bisnis dan kegiatan kemanusiaan, salah satunya
adiknya Pak Habibie, Ibu Srie Habibie ini, adalah katua yayasannya di mana pembangunan ini sudah lebih dari 25 tahun dan sekarang ada
penambahan fasilitas baru,” tamba Emil

Selain pelayanan kesehatan, RSKG Ny R.A. Habibie ini juga menjadi pusat riset dan pelatihan teknik dialisis. Pelatihan ditujukan untuk
tenaga dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, perawat, dan teknisi.
“Selain itu disini juga tidak hanya rumah sakit tapi juga pusat pendidikan, itu yang luar biasa. Jadi tadi kita lihat semua
dokter-dokter dari seluruh Indonesia dilatihnya juga di rumah sakit ini,” ujar Emil.

Dengan adanya rumah sakit ini, berarti menambah daftar rumah sakit spesialis yang ada di Kota Bandung. Emil mengatakan, dalam waktu
dekat, Kota Bandung juga akan memiliki rumah sakit khusus untuk perawatan dan pusat studi kanker terbesar se-Asia Tenggara.
“Saya menyambut baik, apalagi nanti akan melengkapi rumah sakit-rumah sakit spesialis salah satunya adalah rencana hibah dari Amerika
terkait pusat riset kanker se-Asia Tenggara itu juga akan di Bandung,” ucap Emil.

Emil mengatakan rumah sakit-rumah sakit spesialis yang telah dibangun akan menjadi visi untuk memperbanyak pelayanan kesehatan di Ibu Kota Jawa Barat ini. Emil mewakili Pemkot Bandung mengucapkan banyak terima kasih kepada YPAB dan Keluarga Besar Habibie atas pembangunan rumah sakit tersebut.
“Tentunya sebagai Pemerintah Kota Bandung saya menghaturkan terima kasih dan saya doakan Pak Habibie tetap sehat, inspirasi cintanya juga luar biasa, dan tentunya menjadi teladan untuk kita semua,” katanya.

Emil mengatakan pelayanan bagi pasien hemodialisa di Kota Bandung telah memadai. Emil telah mengunjungi beberapa pasien hemodialisa di beberapa rumah sakit di Kota Bandung, baik negeri maupun swasta. Dari kunjungan tersebut, Emil berkesimpulan bahwa pelayanan khusus bagi penderita gagal ginjal sudah baik.
“Kalau Anda lihat ke rumah sakit-rumah sakit baik swasta maupun negeri BPJS, khususnya dialisa ini, sudah terlayani dengan baik. Untuk urusan dialisis baik, alatnya bagus, saya wawancara warga juga alhamdulillah lancar. Jadi ini melengkapi,” ujar Emil.

Selain itu,Emil pun berpesan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga pola hidup yang sehat. Karena dirinya tidak ingin hanya meningkatkan fasilitas penunjang kesehatan saja tetapi juga menghimbau masyarakat untuk turut menjaga kesehatan.
“Saya lebih cenderung ingin mengingatkan warga Indonesia untuk gaya hidupnya jauh dari hal-hal yang membuat penyakit ginjal ini hadir di masyarakat. Jadi jangan selalu meningkatkan fasilitas orang sakit tapi justru memperbaiki kualitas orang-orang supaya hidup sehat,” tambah Emil.

“Penekanannya tidak hanya urusan infrastruktur rumah sakit tetapi gaya hidup yang lebih baik,” ujar Emil. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Google Hapus 85 Aplikasi di Play Store

Berdasarkan laporan peneliti di Trend Micro, Google menghapus 85 aplikasi dari Google Play Store. Pasalnya, aplikasi diketahui mengandung adware yang dapat …

Pembangunan Gedung Creative Center Dikawal

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Rencana pembangunan gedung Creative Center di Tasikmalaya akan dikawal hingga terealisasi. Proyek yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa …

Edukasi Motor Melalui Harley Owners Group

BANDUNG – Harley Owners Group (HOG) Siliwangi memiliki kepengurusan baru periode periode kepengurusan 2019-2021. Pelantikan tersebut dilakukan kepada 45 pengurus …