Harus Segera Ditangi Kekerasan Anak Terus Sajah Marak

Anak Yang Sedang Mencetakan Tangannya Ke Sebuah Kain Putih.

Anak Yang Sedang Mencetakan Tangannya Ke Sebuah Kain Putih.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi mencatat ada 21 kasus kekerasan pada anak dan perempuan periode Januari hingga Juli tahun 2016. Namun, semua kasus tersebut tidak berlanjut ke jalur hukum.


Kepala bidang Perlindungan Perempuan, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB), Kota Cimahi, Fitriandy mengatakan, angka tersebut berdasarkan data dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Cimahi.
“Kasus kekerasan pada anak dan perempuan berdasarkan data ada 21 kasus. Tapi semuanya diselesaikan secara musyawarah, tidak berlanjut ke jalur hukum,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pemerintah Kota Cimahi, Jl. Rd. Demang Hardjakusuma, Senin (8/8/2106).

Dari jumlah kasus yang ada, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendominasi. Alasan urung melanjutkan ke ranah hukum karena banyak diantara mereka yang berubah pikiran, karena rasa iba. “Istrinya tidak tega kalau melihat suaminya ditahan (dipenara),” katanya.

Sementara kasus kekerasan terhadap anak, masih sebatas penelantaran karena orang tua bekerja di luar daerah atau luar negeri. “Tahun ini belum terjadi kasus kekerasan secara fisik maupun seksual kepada anak. Mudah-mudahan tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Atty Suharti, mengatakan selain kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, di Kota Cimahi masih ada masyarakat yang melakukan pernikahan dini.
“Pernikahan dini masih ada, tapi tidak signifikan. Hal ini terjadi biasanya dipengaruhi tradisi keluarga, yang beranggapan lebih baik dinikahkan daripada pacaran,” ujar Atty saat ditemui usai mengahdiri acara Hari Anak Nasional di Komplek Kantor Pemerintah Kota Cimahi, Jl. Rd. Demang Hardjakusuma, Senin (8/8/2106).

Ia mengaku akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat, serta menghimbau agar tidak menikahkan anak yang masih belum dewasa.

Pernikahan dini dinilai akan mempengaruhi dari psikologis anak yang masih dalam tahap tumbuh kembang. Selain itu, pernikahan dini juga menghilangkan banyak kesempatan bagi anak termasuk kesempatan mengenyam pendidikan.

Atty pun menilai, pernikahan usia dini rentan dengan perceraian. “Emosi yang belum stabil dari pasangan yang menikah di usia yang sangat muda bisa memicu perceraian,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …