Kas Pemprov Jabar Menyusut, Pembangunan pun Tertunda

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Porsi keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2016 ini terancam berkurang. Hal ini dikarenakan adanya rencana pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.


Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pusat berencana memangkas APBN sebesar Rp 133,8 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 68,8 triliunnya merupakan alokasi dana ke daerah, termasuk Jabar.

Meski belum mengetahui angka pasti pemotongan bantuan keuangan ke Jabar, Heryawan mengakui pihaknya harus segera mengantisipasi hal tersebut agar tidak berdampak pada program pembangunan di Jabar.
“Ketika dipotong berapa, kita harus hati-hati. Perencanaan anggaran harus dievaluasi lagi,” kata Heryawan di Gedung Sate, Kota Bandung.

Sebagai langkah antisipasi tersebut, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap proyek-proyek yang dibangun saat ini. Bahkan, Heryawan tidak memungkiri pihaknya akan menunda pembangunan sejumlah program yang sudah direncanakan.
“Kalau tidak terlalu penting, kita tidak akan laksanakan. Dengan cara itulah pengurangan dana transfer (dari pusat) tidak terlalu berpengaruh,” katanya.

Heryawan menyontohkan, pihaknya tidak akan menenderkan semua proyek karena akan berdampak pada porsi anggaran. Sehingga, perlu ada skala prioritas agar pembangunan yang dijalankan bisa dirasakan maksimal oleh masyarakat.
“Daripada defisit, kita evaluasi anggaran kita. Berapa pengaruh ke Jabar dan ke kabupaten/kota. Tentu harus menunda pengadaan barang dan jasa,” ujarnya.

Heryawan menyebut, transfer dana dari pemerintah pusat biasanya digunakan untuk belanja pegawai, fisik, dan sejumlah pos kegiatan lainnya. Meski begitu, Heryawan menjamin, evaluasi yang dilakukannya ini tidak akan berpengaruh pada dan pendidikan.
“Kalau untuk dana BOS (bantuan oprasional sekolah), Insha Alloh tidak berkurang,” katanya.

Hal inipun tidak berdampak pada proyek di Jabar yang dilakukan pemerintah pusat.
“Pusat juga ada skala prioritas. Ini paradigma anggaran, ketika ada pembangunan fisik dan pembangunannya yang bermanfaat, pasti tidak diapa-apain,” katanya.

Namun, Heryawan mengakui, adanya pemangkasan APBN 2016 ini diprediksi berpengaruh pada rencana pengambilalihan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.
“Tapi tunggu saja rincian dari pusat. Bisa jadi skema BIJB diganti,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jabar Dadang Suharto mengatakan, untuk mengantisipasi pengurangan anggaran ini, pihaknya akan berupaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Dia berharap, PAD yang diperolehnya bisa melebihi target.

Hingga akhir Juli kemarin, kata dia, pendapatan yang sudah dihimpun mencapai 50,3 persen dari target Rp 26,806 triliun. Perolehan tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah dan juga dana transfer dari pemerintah pusat.

Khusus untuk pendapatan asli daerah, hingga akhir pekan kemarin mencapai 64 persen dari target Rp 11 triliun. Perolehan ini semuanya berasal dari pajak kendaraan bermotor.

Pihaknya tidak menduga capaian yang diperoleh saat ini. Terlebih, kondisi perekonomian Tanah Air saat ini tergolong melemah.
“Harga dolar terhadap rupiah juga fluktuatif,” ujarnya.

Dadan pun optimistis perolehan Jabar tidak akan terpengaruh hal-hal tersebut.
“Dari PAD saja saat ini sudah di atas 50 persen. Ini di atas dari apa yang diharapkan. Apalagi kan 70 persen PAD kita itu dari kendaraan bermotor,” ujarnya.

Dadang pun berharap pemangkasan bantuan dari pemerintah pusat tidak berpengaruh terhadap komposisi kas Pemprov Jabar. Terlebih, kondisi kas tahun ini tidak terlepas dari upaya dan inovasi yang dilakukan Pemprov Jabar.
“Kami mempermudah pelayanan kepada masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor,” ucapnya.

Ini diakui sangat berdampak positif terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.
“Seperti ada Samsat Gendong, terus juga asa E-Samsat. Jadi memudahkan masyarakat,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …