Ekonomi Jabar Kian Melaju dan Unggul di Kawasan Jawa

Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar Rosmaya Hadi

Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar Rosmaya Hadi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Perbaikan pada kondisi perekonomian Jawa Barat semakin menguat dan berlanjut pada triwulan II 2016. Hal ini tercermin dari laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar pada triwulan II 2016 sebesar 5,88% (yoy), meningkat cukup tinggi dibanding triwulan I 2016 yang tumbuh sebesar 5,13% (yoy). Peningkatan LPE triwulan II 2016 ini juga lebih tinggi dibanding prakiraan Bank Indonesia.


“Pencapaian pertumbuhan ekonomi Jabar ini jauh mengungguli nasional yang tumbuh sebesar 5,18% maupun kawasan Jawa. Faktor pendorong LPE tersebut tidak terlepas dari konsumsi rumah tangga yang masih solid, peran pemerintah melalui stimulus baik fiskal maupun pelonggaran stance kebijakan moneter, tingkat inflasi yang terkendali, serta berlanjutnya tren penguatan nilai tukar rupiah,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar, Rosmaya Hadi dalam siaran persnya, Jumat (5/8).

Dari sisi pengeluaran, peningkatan laju pertumbuhan dibanding triwulan sebelumnya didorong oleh peningkatan kinerja pada seluruh komponen, terutama ekspor (15,91%) dan konsumsi pemerintah (7,83%). “Peningkatan ekspor ini sejalan dengan membaiknya kinerja penjualan ekspor luar negeri ke beberapa kawasan utama (Eropa dan ASEAN) khususnya produk elektronik dan otomotif. Kinerja ekspor antardaerah juga memberikan kontribusi seiring meningkatnya permintaan dari provinsi lain menjelang Lebaran,” jelasnya.

Rosmaya menyebutkan, peningkatan pada konsumsi pemerintah sejalan dengan semakin membaiknya pola belanja pemerintah daerah. Hingga triwulan II 2016, persentase serapan belanja APBD Jabar mencapai 32,31% atau lebih tinggi dibanding triwulan II 2015 sebesar 22,94%.
Di sisi lain, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan dengan kontribusi mencapai 3,69%.

Hal ini tidak terlepas dari efek seasonal Bulan Ramadan yang berlangsung hampir sepenuhnya di bulan Juni serta adanya insentif dari pemerintah berupa pemberian gaji ke-13 dan ke-14 bagi PNS. Intermediasi perbankan juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, di mana seiring dengan berlanjutnya penurunan suku bunga kredit, laju pertumbuhan kredit juga turut meningkat khususnya pada kredit investasi(tumbuh dari 4,12% menjadi 8,39%) dan kredit konsumsi (tumbuhdari 13,00% ke 13,58%).

Dari sisi lapangan usaha, tiga lapangan usaha utama penopang perekonomian Jawa Barat yakni industri pengolahan, perdagangan besar-eceran & reparasi mobil-motor serta pertanian, kehutanan, perikanan tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Industri pengolahan masih memberikan andil pertumbuhan terbesar (2,36%), diikuti lapangan usaha perdagangan (0,65%) dan konstruksi (0,55%).

Semakin solidnya pertumbuhan ekonomi, lanjut Rosmaya, diperkirakan akan terus berlanjut pada triwulan berikutnya.Kondisi tersebut didukung oleh stimulus fiskal, khususnya pembangunan proyek infrastruktur, peningkatan optimisme konsumen seperti tercermin pada meningkatnya Indeks Tendensi Konsumen (BPS) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (BI), serta momentum penyelenggaraan PON ke-19 di Jabar. (*/nto)

Loading...

loading...

Feeds