Teras Cikapundung Suguhkan Wisata Arung Jeram di Tengah Kota

aktivitas komunitas Cikapundung. (calam)

aktivitas komunitas Cikapundung. (calam)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG--Untuk warga Kota Bandung mungkin sudah tidak asing lagi dengan destinasi wisata Teras Cikapundung. Teras Cikapundung sendiri merupakan sebuah ruang publik yang berkonsep urban dan ekologi di tepi aliran Sungainya. Teras Sungai Cikapundung diresmikan 30 Januari 2016 dan saat ini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga dan olah raga air di Kota Bandung.


Pengunjung berfoto di Jembatan Merah Teras Cikapundung.

Pengunjung berfoto di Jembatan Merah Teras Cikapundung.

Lokasinya yang terletak di tengah kota, tepatnya di Kawasan Babakan Siliwangi (Baksil) Kota Bandung, menjadikan Teras Cikapundung selalu ramai dikunjungi para wisatawan lokal maupun Asing. Ketua Pengelola Sungai CIkapungung, R Sugianto mengatakan, Teras Cikapundung merupakan salah satu taman di Kota Bandung untuk edukasi.

“Taman ini untuk edukasi dan sosialisasi ke masyarakat supaya tetap menjaga kebersihan air Sungai Cikapundung,” kata Sugianto saat ditemui di Gelery Teras Cikapundung.

lokasi arum jeram Teras Cikapundung. (calam)

lokasi arung  jeram Teras Cikapundung. (calam)

Teras Cikapundung menjadi Eco-Techno River Park di tengah kota sekaligus mendukung Kota Bandung sebagai tujuan wisata internasional. Selain masyarakat Bandung banyak masyarakat diluar Bandung yang sengaja datang untuk menikmati wisata air disini. Bahkan tak jarang wisatawan asing pun sering berkunjung dan bergotong royong untuk membersihkan sungai.

Hiburan badut di area Teras Cikapundung.

Hiburan badut di area Teras Cikapundung.

“Sebelum ada ini (Teras Cikapundung) mereka (wisatawan asing) suka bantu, untuk terjun langsung. Bahkan dari Korea pernah memberikan jaring sampah,” ujarnya.

Pengunjung yang hadir kesini akan disuguhkan sebuah lokasi wisata air dan tempat kumpul keluarga yang sejuk. Zona teras Cikapundung sendiri dibagi menjadi dua Zona. Diantaranya, Zona Urban yang dipercantik dengan Air Mancur Menari, Sculpture Area dan Amphiteater untuk pertunjukan seni.
Serta Zona Natural yang terdiri dari kolam tujuh kura untuk konservasi ikan habitat asli Sungai Cikapundung, penangkaran burung kutilang, jogging track, serta area rekreasi olahraga air (riverboarding, tubing/kukuyaan dan rafting/arum jeram). Kedua Zona ini dihubungkan oleh sebuah jembatan merah yang menjadi landmark Teras Cikapundung.

Menurut salah satu pengunjung Teras Cikapundung, Agus (38), ia bersama keluarganya mengunjungi Teras Cikapundung untuk mengisi waktu luang libur kerja.

“Lokasinya enak, sejuk dan nyaman untuk melepas penat bareng keluarga akibat kerja,” ujarnya.

Salah satu yang menjadi primadona pengunjung Teras Cikapundung adalah wisata air Arung Jeram. Dengan lokasi yang berada di tengah kota membuat suasana berbeda saat menyusuri derasnya air. Hanya dengan Rp75-150 ribu per orang dengan jarak 1,2-2 kilometer, Anda sudah bisa menikmati derasnya aliran Sungai Cikapundung dan untuk paket kukuyaan Rp 25-75 ribu per orang. Sedangkan untuk menikmati aliran sungai degan perahu karet Anda hanya perlu membayar Rp 10 ribu per orang untuk dewasa dan Rp 5 ribu per orang untuk anak-anak.

Setiap harinya, menurut Sugianto, pengunjung Teras Cikapundung mencapai 600 orang untuk non weekend. Sedangkan untuk weekend bisa sampai 3000-6000 pengunjung.

“Pengunjung yang datang kesini paling lama juga 2 jam untuk foto-foto sama rekreasi, jadi ga akan menumpuk seperti lokasi wisata yang lain dan masuk kesini sebenarnya gratis, cuman paling bayar parkir aja,” jelas Sugianto.

Pengelola Sungai Cikapundung sendiri ialah komunitas penggiat lingkgungan Cikapundung, Komunitas Cikapundung yang bekerja sama dengan Pemkot Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum

“Selain untuk wisata, orang luar Bandung datang ke sini biasanya untuk Studi Banding tentang kebersihan sungai,” tutup Sugianto.(calam)

Loading...

loading...

Feeds