Awas..! DBD Mulai Mewabah di Kabupaten Bandung

Petugas melakukan pengasapan (Fogging) untuk memutuskan siklus hidup nyamuk aedes aegypti di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung.

Petugas melakukan pengasapan (Fogging) untuk memutuskan siklus hidup nyamuk aedes aegypti di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung.

POJOKBANDUNG.COM , KABUPATEN BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung meminta masyarakat mewaspadai serangan Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga Juni 2016 ini sedikitnya 1.876 warga terjangkit DBD. Jumlah tersebut meningkat tajam dari 2015. Dimana hanya 958 orang saja warga terjangkit virus yang disebarkan nyamuk aedes aegypti tersebut.


“Tahun lalu sempat menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi tahun ini ada peningkatan,” tutur Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Riantini, Rabu (05/08).

Menurut Riantini, hampir semua wilayah Kabupaten Bandung cukup rentan terhadap jangkitan DBD. Dimana dari 31 kecamatan, 23 di antaranya merupakan daerah endemis, sisanya delapan kecamatan kasus DBD ditemukan secara sporadis.

“Kebanyakan kasus ditemukan di kawasan perkotaan, padat penduduk dan daerah rawan banjir,”

Banyaknya kasus DBD terkadang membuat masyarakat merasa panik dan ingin dilakukan langkah cepat dengan cara melakukan fogging.

Padahal, melakukan fogging dinilai kurang efektif untuk membunuh nyamuk aedes aegypti.

“Sudah ada penelitian kalau nyamuk aedes aegypti sudah resisten atau kebal terhadap obat fogging,” ungkapnya.

Menurut Riantini, menggunakan bubuk abate lebih efektif untuk membasmi nyamuk dibandingkan dengan fogging. Oleh sebab itu, jika di suatu daerah terjadi kasus DBD, maka surveilans dari puskesmas akan mendatangi lokasi untuk mencari, membawa dan menganalisis jentik.

“Jika terbukti, akan dilakukan penggunaan serbuk abate, penyuluhan, dan pembersihan lingkungan,” ujarnya.

Untuk mencegah DBD, masyarakat juga harus melakukan pola hidup bersih dan sehat. Salah satunya meminimalisir tempat nyamuk berkembang biak, seperti wadah-wadah yang dapat menampung air.

Tidak hanya selokan, bak penampungan air, dan tumpukan sampah atau rongsokan, yang dapat menjadi tempat pekembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti, penampung tetesan pada dispenser dan lemari es pun dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah tersebut. (mld)

//Kasus DBD di Kab. Bandung//

-Juni 2016 1.876 warga terjangkit DBD.

-Jumlah meningkat dari 2015 hanya 958 orang saja warga.

-Dari 31 kecamatan, 23 di antaranya daerah endemis. Sisanya delapan kecamatan kasus DBD ditemukan secara sporadis.

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …