Jaga Lahan Sengketa, Pejabat Pemprov Kirim Makanan dan Minuman

JAGA TERNAK : Pejabat pemprov ikut menjaga kantor disnak

JAGA TERNAK : Pejabat pemprov ikut menjaga kantor disnak

BANDUNG – Sengketa lahan kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat mendapat perhatian serius dari Pemprov Jabar. Bahkan, pengamanan ketat pun dilakukan pemprov terhadap aset tersebut.


Seperti yang terlihat pada Selasa (2/8) malam. Tak hanya pegawai negeri sipil (PNS) biasa, penjagaan pun dilakukan sejumlah pejabat penting Pemprov Jabar.

Kepala Biro Hukum, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jabar, hingga Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa turut melakukan penjagaan. Bahkan, Iwa memboyong sang istri untuk menemaninya berjaga di lahan sengketa tersebut.

Penjagaan mendadak dari para pejabat inipun mengejutkan para PNS yang tengah piket menjaga aset milik Pemprov Jabar ini. Seperti diketahui, ketika ada rencana eksekusi paksa kantor tersebut pada 14 Juli lalu, ribuan PNS dan ormas kompak menjaga di sana.

Tak sekedar turut berjaga, Iwa pun membawa sejumlah ‘amunisi’ bagi PNS selama berjaga. Iwa mengeluarkan kue-kue, kopi, dan teh kemasan yang sengaja dibawa dari rumah dinasnya.

Buah tangan ini lantas dibawa ke posko tempat ratusan PNS bersama ormas berjaga-jaga. Iwa beserta pejabat lainnya menyapa dan berdialog sekaligus ngopi bareng dengan mereka.

“Ini mah mendadak saja, sudah lama dilapori kalau PNS berjaga semalam suntuk di sini. Sengaja datang malam-malam buat ngasih support sama perhatian kecil,” katanya.

Iwa memuji solidaritas dan kebersamaan para PNS menjaga aset. “Ini bentuknya sukarela, kita menjadi abdi negara salah satu tugasnya mempertahankan aset negara. Ini sampai ada kepastian hukum bahwa ini tetap aset Pemprov Jabar,” paparnya.

Meski rencana eksekusi akhirnya batal, secara bergiliran PNS menjaga aset tersebut alias melakukan piket setiap malam. Kepala Satpol PP Jabar Udjwalaprana Sigit menambahkan, pola piket yang digalang pihaknya sudah berjalan selama 19 hari.

“Teman-teman PNS waspada benar. Jangan sampai ada orang yang tidak berkepentingan, jangan sampai kita kecolongan,” paparnya.

Menurutnya, setiap malam terdapat 160-175 PNS yang berjaga hingga pagi hari. Sistem jaga ini dilakukan secara bergilir di mana setiap OPD wajib mengirimkan PNS sebanyak 4-5 orang. “Alhamdulilah belum ada kejadian aneh-aneh,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Kompak Bantu Warga yang Isolasi

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Desa Jalancagak, Kaecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang memberikan bantuan bagi tetangga yang tengah menjalani isolasi mandiri di …

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …