Vihara di Bandung di Jaga Ketat

POJOKBANDUNG.com, Indonesia kembali berduka. Kejadian perusakan tempat ibadah Vihara dan Klenteng di Tanjung BalaiSumatera Utara akibat ulah orang-orang yang sengaja membesar-besarkan masalah.


Berkaitan dengan itu, Pangdam III Siliwangi menyampaikan kepada seluruh jajarannya untuk turun ke lapangan dan mengajak semua tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat pribumi maupun WNI keturunan untuk saling bersatu serta bersama-sama menyelesaikan masalah yang ada di lingkungannya.

“Kita harus menunjukkan bahwa Indonesia adalah berbeda beda tetapi satu, di versity but always unity, Indonesia,”ujar Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Hadi prasojo.

Sementara itu, Dandim 0618/BS telah menggerakkan Babinsa yang berada di bawah komandonya untuk segera melaksanakan pengamanan tempat-tempat ibadah di Wilayah Kota Bandung.

Pengamanan tersebut tidak hanya Anggota Babinsa saja akan tetapi dari institusi POLRI, Linmas Kecamatan dan bahkan masyarakat pribumi dan WNI bersama-sama saling bergantian menjaga Vihara.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, GKR Hemas, menyesalkan terjadinya kerusuhan Tanjung Balai, Sumatera Utara, Jumat (29/7) lalu.

Ia mengharapkan penegak hukum dapat memberantas penyebabnya. Menurut hemas, pantauan sementara menunjukkan keterlibatan organisasi massa yang mengakibatkan kerusuhan.

Dari berbagai keterangan, selama ini kerukunan umat beragama di wilayah tersebut dapat dikatakan berjalan dengan baik.

Masyarakat hidup dengan harmonis dan saling menghargai.

“Sekarang tiba-tiba terjadi kerusuhan hanya karena persoalan sepele, yaitu pengeras suara yang kelewat besar,” kata Hemas melalui siaran persnya, Minggu (31/7).

Sesuai fakta di lapangan berdasarkan laporan pihak Kepolisian, ada keterlibatan ormas dan orang-orang dari luar wilayah tersebut.

Ini yang membuat kerusuhan justru mulai terjadi di luar lingkaran asal.

“Cepat meluas karena yang melibatkan diri orang-orang yang memang di luar lokasi. Ini yang harus diusut tuntas,” kata Hemas.

Hemas melanjutkan, dengan mengusut tuntas provokator dan pihak-pihak yang menyebarluaskan kebencian, serta menghukum dengan tegas, kejadian yang sama dapat diminimalisir.

“Hukum harus ditegakkan, jangan beri ruang untuk membangkang,” katanya.

Hemas menegaskan, kejadian seperti ini umumnya bukan persoalan SARA atau antarumat beragama bersangkutan, melainkan karena keterlibatan pihak-pihak lain.

“Hal ini terbukti dengan ketika rumah warga yang keberatan dengan volume pengeras suara itu hendak dibakar massa, justru dicegah oleh warga setempat yang berbeda agama,” tutur Hemas.

Selanjutnya, Hemas berharap Pemda setempat dapat membantu membangun kembali kerukunan antarumat beragama di wilayah itu, sekaligus melarang kegiatan kelompok-kelompok tertentu yang berpotensi mengadu domba dan membuat kegaduhan.

“Sudah saatnya Pemerintah Pusat bertindak lebih tegas lagi mencegah berkembangnya kelompok-kelompok antikeberagamam. Karena kelompok semacam ini pada dasarnya anti-Pancasila, yang berarti bertentangan dengan amanat konstitusi,” kata Hemas.(jpnn/pendam)

Loading...

loading...

Feeds

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …