Puluhan Anjal Tak Berkutik

Satpol PP saat merazia anak jalanan di Bandung

Satpol PP saat merazia anak jalanan di Bandung

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menjaring puluhan anak jalanan saat operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang dilakukan di sejumlah titik di Kota Cimahi, Kamis (28/7).


Dalam operasi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi melalui Satpol PP Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) bekerjasama dengan TNI dan Polres Cimahi.
Tim gabungan tersebut menyisir rute Jl. Cimindi, Leuwigajah, Taman Kartini, Contong, Jl. Dustira, Pasar Antri, Jl. Sangkuriang, dan Alun-alun Kota Cimahi.
Kepala satpol PP Kota Cimahi, Dadan Darmawan mengatakan, operasi dilakukan menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan banyaknya anak jalanan. Ia berujar, masyarakat khawatir keberadaan anak jalanan berpotensi melakukan tindak kriminal.
Selain itu, operasi dilakukan sebagai upaya penertiban Kota Cimahi. “Dari hasil operasi pekat, kami mengamankan 27 orang. Mereka rata-rata usianya 20 tahun, tapi ada yang kurang dari 10 tahun,” ujarnya saat ditemui usai Operasi Pekat, di Kantor Pemerintah Kota Cimahi, Jl. Rd. Demang Hardjakusuma, kemarin.
Setelah dijaring, anak jalanan tersebut dikumpulkan di aula Pemkot untuk dilakukan pendataan. “Kami data, dan dilakukan pembinaan. Setelah itu dikembalikan ke orang tuanya,” jelasnya.
Pihaknya pun mengaku akan mengimbau para orang tua agar memberikan pemahaman untuk tidak kembali ke jalanan. Disinggung terkait adanya eksploitasi anak oleh orang tua atau oknum tertentu, pihaknya mengakui ada indikasi. Namun, Ia mengatakan hal tersebut menjadi tanggung jawab pihak lain.
Para anak jalanan beralasan perceraian orang tua membuat mereka memilih untuk tidak tinggal di rumah dan memilih hidup di jalan. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang anak jalanan, Alo (23). “Saya sudah 10 tahun hidup di jalanan. Orang tua cerai, ga pernah ngurus. Nenek saya yang ngurus,” ujar pemuda asal Cianjur ini.
Saat ditanya alasan memilih Kota Cimahi, ia mengaku sudah mempunyai teman dekat dan betah di Kota Cimahi. “Saya cari uang dengan mengamen dan menjadi juru parkir, buat nenek di Cianjur. Saya kasih uang sebulan sekali,” katanya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds