Cegah Korban Kecelakaan, Komunitas Ini Gelar Sosialisasi di Perlintasan KA Cimahi

Sosialisasi pencegahan korban di perlintasan KA Cimahi. (bahi)

Sosialisasi pencegahan korban di perlintasan KA Cimahi. (bahi)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Komunitas Edan Sepur Indonesia melakukan sosialisasi di perlintasan kereta api (KA) yang berada di Jalan Usman Domiri, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Jumat (29/7). Gerakan tersebut didasari tingginya angka kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa terjadi di perlintasan Kereta Api di Kota Cimahi.


“Angka kematian akibat kecelakaan di perlintasan kereta api akhir-akhir ini termasuk tinggi. Hal Ini yang mendorong kami melakukan sosialisasi dengan turun ke lapangan,” Deputy Vice President Edan Sepur Indonesia Daop II Bandung, Abdullah Putra Gandara.

Sosialisasi di perlintasan KA oleh Komunitas Edan Sepur. (bahi)

Sosialisasi di perlintasan KA oleh Komunitas Edan Sepur. (bahi)

Pemilihan lokasi sosialisasi di perlintasan Padasuka bukan tanpa alasan. Pasalnya, lokasi tersebut menjadi salah satu perlintasan yang rawan.

Dalam rentang waktu satu pekan, tercatat empat orang meninggal di perlintasan kereta api tersebut. Salah satu faktornya, perlintasan Padasuka sangat minim fasilitas

Dalam aksinya, sejumlah anggota memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para pengendara motor tentang bahaya menerobos saat kereta hendak melintas.

Komunitas pun menggandeng PT. KAI Daop II Bandung dan Satlantas Polres Cimahi, dalam melakukan sosialisasi di pintu perlintasan Padasuka/perlintasan KM 146.

Abdullah pun mengkritisi pihak terkait yang tidak tanggap dengan minimnya fasilitas seperti pintu perlintasan tanpa penjagaan petugas, tidak ada alat pengingat (alarm), serta fasilitas lainnya yang ada di pintu perlintasan.

“Dalam hal ini pintu perlintasan seperti di Padasuka harusnya menjadi tanggung jawab pemerintah setempat,” terangnya.

Namun, kehati-hatian para pengendara motor dan masyarakat pun sangat penting. Apalagi di sisi lain perlintasan merupakan blank area, dimana kanan-kirinya tertutup bangunan, sehingga tidak akan terlihat posisi kereta.

Dalam sosialisasi kali ini, selain melibatkan anggota komunitas Edan Sepur Indonesia juga melibatkan para pelajar dan pramuka.

“Sebetulnya ini bukan wilaya kami, tapi karena mendesak kondisinya maka dilakukan sosialisasi mulai pukul 15.00-18.00,” terangnya.

Salah seorang penjaga perlintasan, Suyahdi mengatakan, selama mengatur perlintasan kereta api di Padasuka, memang sering terjadi kepadatan terutama di jam-jam sibuk. Ditambah pengendara tidak mau diatur tetap melaju, juga kalau pagi sering tertutup kabut.

“Kadang masinis juga gak kasih kelakson, sehingga tidak ada aba-aba dari jauh dan tahunnya sudah dekat,” tuturnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …