Tingkatkan Ketahanan Keluarga,Kekerasan Perempuan dan Anak di Jabar Tinggi

SILATURAHMI: Ikatan Istri Anggota Dewan (IKIAD) se-Jabar menggelar silaturahmi di Kota Bandung.

SILATURAHMI: Ikatan Istri Anggota Dewan (IKIAD) se-Jabar menggelar silaturahmi di Kota Bandung.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat masih tergolong tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya temuan tersebut di provinsi yang paling banyak penduduknya ini.


Ketua DPRD Provinsi Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jabar bagaikan fenomen bola salju. Kasus yang terungkap hanya sebagian kecil dibanding yang tidak terungkap.

“Masih banyak yang terjadi, tapi tak dilaporkan. Mungkin karena dianggap aib,” kata Ineu usai menggelar silaturahmi Ikatan Istri Anggota Dewan (IKIAD) se-Jabar, di Kota Bandung, Selasa (26/7).

Hal ini, lanjut Ineu, terjadi karena belum kuatnya ketahanan keluarga di sebagian besar masyarakat. “Ketahanan keluarga masih menjadi isu di Jabar,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ineu meminta semua pihak meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar. Masyarakat diharapkan mengetahui kondisi ketahanan keluarga warga lainnya agar persoalan yang terjadi bisa segera diatasi.

“Siapa lagi yang akan peduli, kalau tidak kita. Kalau hanya mengandalkan pemerintah, maka penyelesaiannya akan lama,” ujarnya.

Selain kekerasan, lemahnya ketahanan keluarga pun menjadi penyebab penyimpangan orientasi seksual. Fenomena lesbisan, gay, transgender, dan biseksual (LGBT) saat ini banyak ditemukan di Jabar.

“LGBT di Jabar masih menduduki ranking yang besar,” katanya. Terlebih, pertumbuhan penduduk di Jabar yang tergolong besar menjadi penyebab utama berbagai persoalan itu.

“Pertumbuhan penduduk yang besar akan berkorelasi terhadap masalah yang terjadi. Moral, kemiskinan, pendidikan, kesehatan,” katanya.

Kondisi ini, lanjut Ineu, semakin membuktikan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap kondisi sekitar terutama keluarga terdekat. “Kepedulian ini harus dibangun bersama-sama,” ucapnya.

Ineu pun meminta anggota IKIAD di Jabar menjadi pelopor dalam meningkatkan kepedulian terhadap warga sekitar. Dengan berbagai potensi yang ada, Ineu optimistis keberadaan IKIAD mampu berkontribusi terhadap penyelesaian permasalahan yang ada termasuk ketahanan keluarga.

“IKIAD ini pelopor. Paling tidak memberikan arahan terhadap penyelesaian masalah yang selama ini terjadi,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …