Masa Pensiun Atlet Harus Dijamin Undang-Undang

ILUSTRASI: Pemprov Jabar akan mencoba berkoordinasi bersama birokrat Pengprov Jabar untuk menyambungkan dengan program-program pemerintah tentang kelangsungan masa depan atlet diakhir masa karirnya.

ILUSTRASI: Pemprov Jabar akan mencoba berkoordinasi bersama birokrat Pengprov Jabar untuk menyambungkan dengan program-program pemerintah tentang kelangsungan masa depan atlet diakhir masa karirnya.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah ditunutut harus menjamin dan merealisasikan program kesejahtraan kaum difabel terutama atlet yang akan berlaga di Peparnas XV/ 2016 baik saat masih berkarir maupun diakhir masa pensiun. Sebab, hal tersebut sudah tercantum melaui Undang-Undang disabilitas.


Hal tersebut dikemukakan oleh, Netty Prasetiyani Heryawan, istri dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Menurut dia, dalam kondisi atlet non job (tidak ada pekerjaan, red) sebagian besar pasti memiliki tanggungan untuk menafkahi keluarga.

“Tidak mungkin selamanya berkarir dan mendapatkan penghasilan sebagai atlet, ada kalanya harus beralih profesi dan itu tanggung jawab bersama khususnya pemerintah,” ucapnya kepada Radar Bandung saat ditemui di sela-sela kegiatannya, belum lama ini.

Netty mengatakan, mengenai hal tersebut pihaknya akan mencoba berkoordinasi bersama birokrat Pengprov Jabar untuk menyambungkan dengan program-program pemerintah tentang kelangsungan masa depan atlet diakhir masa karirnya.

“Segala upaya kita dorong dan coba apalagi atlet NPCI Jabar yang akan bertanding di Peparnas XV membawa nama daerah,” tuturnya.

Netty yang didaulat sebagai ibu asuh atlet Nasional Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Jabar mengaku, jaminan tersebut tidak bagi atlet NPCI Jabar saja melainkan kaum difabel lainya harus bisa tersentuh. Tentu dengan lahir UU disabilitas akan muncul peluang serta kesempatan untuk berkarir bukan hanya di ruang kerja tapi ditingkat pendidikan seperti kuliah harus bisa dirasakan.

“UU disabilitas yang sudah di sahkan DPR RI harus mampu diimplementasikan oleh Pengprov Jabar dengan tujuan peningkatan SDM,” terangnya.

Netty berjanji, akan berupaya mengakomodir dan menjembatani antara atlet dan dinas-dinas terkait mengenai kelangsungan masa depan kaum difabel terutama atlet Peparnas XV.

“Contoh bila memang usia atlet memungkinkan sekolah ke jenjang lebih tinggi kenapa tidak kami fasilitasi,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua NPCI Jabar, Ukun Rukaendi mengatakan, pada dasarnya penghargaan dengan nominal rupiah sebesar apapun bila tidak bisa menggunakannya secara bijak dipastikan tidak akan cukup. Maka, pihaknya berpesan kepada atlet pandai-pandailah mengelola keuangan.

“Sekarang penghargaan atlet tingkat Paralympic atau Oimpade ada uang pensiunan setiap bulan yaitu untuk atlet peraih medali emas Rp20 juta, perak Rp10 juta dan perunggu Rp5 juta, sedangkan atlet skala nasional belum ada hal serupa,” paparnya.

Ditanya mengenai berapa penghasilan setiap bulan atlet Peparnas, Ukun menyebutkan, gajih bulanan insus sangat beragam mulai dari Rp3 juta-Rp5 juta.

“Kalau harapan saya kedepannya pemerintah pusat bisa menyamaratakan antara atlet yang bertanding skala nasional maupun internasional,” harapnya.

Ukun menambahkan, bila melihat sisi kesejahtraan masa depan atlet selepas masa karir menurut informasi yang ia dapat sudah ada program pemerintah mengenai perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbagi melalui jalur prestasi dan umum. Maka, bila memang ada mau beralih profesi bisa mencoba program tersebut.

“Nah’ di sanalah kesempatan bila mau pensiun jadi atlet. Namun, tentu ada kriteria syarat lain yang harus dipenuhi salah satunya faktor usia. Tapi saya akan berupaya sebisa mungkin untuk menjamin masa depan atlet NPCI Jabar,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …