Kisruh Gerindra, Kubu Pipih Tantang Sutisna

MENUNJUKKAN SK: Ketua DPC Gerindra KBB yang baru, Pipih Supriati menunjukkan surat keputusan DPP Partai Gerindra soal pengangkatan dirinya sebagai Ketua DPC Gerindra KBB di rumahnya di Padalarang, Rabu (27/7).

MENUNJUKKAN SK: Ketua DPC Gerindra KBB yang baru, Pipih Supriati menunjukkan surat keputusan DPP Partai Gerindra soal pengangkatan dirinya sebagai Ketua DPC Gerindra KBB di rumahnya di Padalarang, Rabu (27/7).

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG- Kubu Pipih Supriati sebagai Ketua DPC Gerindra KBB yang baru mengaku tak gentar dengan ancaman somasi dari pihak Ketua Gerindra yang lama A Sutisna. Seperti diketahui, A Sutisna sudah menyiapkan kuasa hukum untuk melakukan gugatan atas pergantian dirinya oleh DPP DPC Gerindara secara tiba-tiba. “Kalau memang seperti itu, kenapa tidak kami juga menyiapkan kuasa hukum,” ujar Sekretaris DPC Partai Gerindra yang baru saja diangkat, Saidinur Basir alias Odeng kepada wartawan, Rabu (27/7). Sementara itu, Pipih mengaku siap membesarkan Gerindra di KBB setelah mendapat mandat dari DPP Partai Gerindra. “Saya sebagai kader yang fatsun terhadap partai siap membesarkan Partai Gerindra di KBB ini,” ujarnya. Menurut Pipih, surat keputusan DPP Partai Gerindra yang diterimanya tidak datang secara tiba-tiba. Pipih dipanggil ke DPP Partai Gerindra untuk mengambil surat keputusan tersebut. “Surat keputusan itu diserahkan langsung Ketua DPD Gerindra Jawa Barat waktu itu,” ungkapnya. Pipih juga mengatakan, seluruh kepengurusan yang lama masuk dalam kepengurusan yang baru. “Di pengurusan lama memang ada yang sudah meninggal ada juga yang sudah keluar dari Gerindra itu waktunya setahun lalu dan sedang kami perbaiki,” tegasnya. Pihaknya juga sudah memberitahukan soal surat keputusan tersebut kepada anggota DPRD dari Partai Gerindra dan juga pengurus di kecamatan serta para kader Gerindra. “Kami sudah konsolidasi pada 1 Juli dan disampikan juga dalam reses dewan juga pada acara halal bihalal kepada seluruh kader Gerindra,” tuturnya.


Setelah dirinya menerima surat keputusan DPP Partai Gerindra nomor 03-00031/Kpts/DPP-Gerindra/ 2016 tentang Susunan Personalia DPC Partai Gerinda Kabupaten Badnung Barat tertanggal 14 Maret 2016 sudah berupaya mengkomunikasikan dengan Ketua sebelumnya A. Sutisna. Diakui Pipih, sampai sekarang pihak Sutisna belum menerima hasil keputusan DPP tersebut, “Walaupun demikian kami tetap berupaya melakukan rekonsiliasi. Langkah ini dirasa penting untuk kebesaran partai bukan untuk saya ataupun kepentingan perorangan. Yuk mari kita besarkan partai bersama-sama,” ajak Pipih. Korda KBB DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Yosep Bactiar mengatakan, siap menghadapi somasi yang dilayangkan pihak A Sutisna. “Bahkan kalau memang sudah ada bukti forensik yang silakan saja, tapi bukan kepada kami namun DPP,” katanya. Pihaknya menyadari terjadi kesalahan di dalam kepengurusan yang baru. “Ada pengurus yang sudah meninggal masuk dan ada yang sudah keluar juga masuk kepengurusan kami sadar itu. Sebab pengajuannya lama setahun lalu,” katanya. Diberitakan sebelumnya, pergantian kepemimpinan di tubuh DPC Gerindra Kabupaten Bandung Barat (KBB) panas. Mantan Ketua DPC Partai Gerindra KBB A. Sutisna mempertanyakan keaslian dan keabsahan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Dewan Pengurus Pusat Partai Gerinda. SK itu mengenai pengesahaan pergantian pengurus DPC Partai Gerinda KBB.
Menurut dia, keputusan terebut sudah menyalahi aturan partai sesuai dengan AD/ART dan sudah ada pelanggaran terhadap etika kesepakatan yang telah dibuat dan disepakati dalam kongres luar biasa Partai Gerindra 2015 yang telah ditandatangani serta disepakati seluruh DPD se-Indonesia yakni tidak melakukan Musywarah Nasional (Munas), Musyawah Daerah (Musda), dan Musyawarah Cabang (Muscab) hingga 2020 mendatang.
“Saya hanya mempertanyakan kebenaran dan kesbsahan SK, karena tidak ada pemberitahuan teroebih dahulu. Selain itu tidak melalui mekanisme yang benar dalam pergantian kepemimpinan, karena itu saya ingin jelas dengan menggunakan kuasa hukum,” ujar Sutisna saat ditemui di Kantor DPC di Desa Cimareme, Kecamatan Padalarang, Selasa (26/7).(bwo/bie)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

DLH Keluhkan Anggaran Perawatan Kendaraan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang mengakui bahwa penanganan sampah di wilayah Subang tidak berjalan dengan optimal …