Pembuat Kartu BPJS Palsu Tersangka *810 KK Jadi Korban AS

BERBINCANG : Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Indradi didampingi Wakil Ketua DPRD KBB, Syamsul Maarif, berbincang dengan korban penipuan BPJS di Mapolres Cimahi, Jl. Amir Mahmud, Kota Cimahi, Senin (25/8).

BERBINCANG : Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Indradi didampingi Wakil Ketua DPRD KBB, Syamsul Maarif, berbincang dengan korban penipuan BPJS di Mapolres Cimahi, Jl. Amir Mahmud, Kota Cimahi, Senin (25/8).

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sebanyak 810 kepala keluarga (KK) tercatat sebagai korban penipuan modus pembuatan Kartu BPJS palsu. Dari jumlah tersebut, 175 KK sudah menerima kartu layanan kesehatan tersebut.


Jumlah korban merupakan akumulasi dari empat desa di Kabupaten Bandung Barat. Yaitu, Desa Kertajaya, Desa Jayamekar, Desa Ciburuy dan Desa Kertamulya, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Pihak Kepolisian sudah menetapkan AS sebagai tersangka dalam kasus penipuan tersebut. Tersangka merupakan kepala Rumah Peduli Duafa (RPD), perusahaan yang menjadi pihak ketiga dalam jasa pembuatan kartu BPJS palsu.
Demikian disampaikan Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan saat ditemui di Mapolres Cimahi, Senin (25/7). “Dari data yang terkumpul, sudah ada 175 orang yang sudah menerima kartu (BPJS) palsu. Sedangkan yang mendaftar kepada perusahaan Rumah Peduli Duafa ada 810 orang,” ujarnya.
Modus yang digunakan pelaku adalah mengimingi warga untuk dibuatkan kartu layanan Kesehatan, dengan membayar uang sebesar Rp. 100.000, tanpa harus membayar iuran tiap bulan.
“Warga tertipu karena yang menawaekan memang perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujar Ade sambil berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut.
Salah seorang korban, Riyanti (38) warga RT 05 RW 8 kampung Ciburial desa Kertajaya mengakui dirinya terbujuk rayuan penipu.
“Kami ditawari bikin kartu (BPJS), dengan bayar Rp. 100 ribu, terus ga usah bayar iuran. Untuk orang kecil seperti kami itu menggiurkan,” ujarnya kepada wartawan saat melaporkan kasus penipuan ke Mapolres Cimahi, Kemarin.
Awal mula kecurigaan tentang kartu BPJS tersebut tidak asli adalah saat dirinya melakukan perawatan ke Puskesmas Padalarang, namun ternyata nomer registrasi dalam kartunya tidak terdaftar.
“Kartu BPJSnya ditolak karena ngga aktif. Lalu saya mengadu ke yang bikin. Dia minta KTP untuk mengaktifkan kartu. Tapi sampai sekarang belum beres,” ungkapnya. Ia berharap kasus penipuan BPJS bisa cepat dituntaskan. Sehingga tidak banyak masyarakat yang menjadi korban. “Cukup kami saja. Yang lain jangan,” pungkasnya. (bbb/bie)

Loading...

loading...

Feeds

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Rina Gunawan, istri dari Teddy Syach dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Selasa (2/3). Kabar duka tersebut dibenarkan sang manajer.

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …